Sabtu, 21/05/2022 20:33 WIB

Bupati Bandung Barat Apresiasi Kolaborasi BKKBN dan Bulog Turunkan Stunting

Bupati Kabupaten Bandung Barat mengapresiasi dukungan BKKBN dan Perum Bulog dalam mempercepat penurunan stunting, 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyerahkan bantuan beras bervitamin (Fortivit) di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (27/1).

LEMBANG, Jurnas.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyerahkan bantuan beras bervitamin (Fortivit) di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (27/1).

Bupati Kabupaten Bandung Barat, Hengki Kurniawan Chova mengapresiasi dukungan BKKBN dan Perum Bulog dalam mempercepat penurunan stunting, khususnya yang ada di wilayahnya.

"Bagi kami, ini sesuatu yang luar biasa. Kami menyadari pemerintah tidak boleh sendiri. Butuh kolaborasi penta helix," kata Hengki pada kegiatan Penyerahan Bantuan Beras Fortivit di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (27/1).

Hengki menjelaskan, saat ini Dinas Pengendalian Keluarga Berencana Kabupaten Bandung Barat dalam usaha percepatan penurunan stunting sebagaimana yang dinstruksikan Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo.

"Kami membentuk tim pendamping keluarga. Tugasnya mendampingi keluarga yang memiliki balita stunting, mendampingi calon pengantin. Saya juga tugaskan Bunda dan Duta Genre untuk terus datang ke sekolah memberikan edukasi," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, diwakili Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso mengapresiasi pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang telah membentuk tim pendamping keluarga.

"Tim pendamping keluarga merupakan garda terdepan yang terdiri dari relawan yang hanya ingin mendapatkan ridho Allah untuk membantu tetangga agar melahirkan generasi yang sehat, baik dan berakhlakul karimah," kata Teguh.

Teguh menjelaskan, ada tiga tugas penting tim pendamping keluarga. Pertama, ajak remaja yang mau menikah (catin) ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa Hemoglobin (Hb), lingkar lengan atas, berat badan, dan tinggi badan.

"Nggak usah dikasih penyuluhan yang aneh-aneh, yang ibu sekalian nggak paham, yang penting ditemui. Prinsipnya, harus diperiksa agar nanti pada saat nikah kemudian hamil sehat. Kalau pun ada masalah kesehatan tertentu bisa diantisipasi," ujarnya.

Kedua, memantau ibu-ibu yang saat ini sedang hamil agar diperiksakan minimal empat kali selama riwayat kehamilannya kepada bidan desa, posyandu, atau fasilitas kesehatan lainnya. Tujuannya, agar pertumbuhan janin yang dikandungnya tetap sehat.

Ketiga, mendampingi dan mengawal ibu-ibu yang melahirkan dan pasca melahirkan sampai anaknya usia dua tahun. Pastikan memberikan Asi eksklusif pada bayi selama 6 bulan tanpa diselingi makanan tambahan.

Selain itu, Teguh mengatakan, BKKBN saat ini telah mengeluarkan pil KB Progestin, yang bisa menjadi salah satu obat kontrasepsi untuk ibu yang sedang menyusui. Pil ini aman dikonsumsi karena hanya mengandung hormon progesteron.

"Kepada ibu-ibu yang saat ini sedang menyusui jangan lupa menyusui itu wajib dan juga ada obat kontrasepsi yang tidak mengganggu atau menghambat jalannya Asi. Sekarang BKKBN sudah mengeluarkan pil yang bisa diminum khsus untuk ibu-ibu menyusui," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita mengatakan, Perum Bulog berkomitmen mendukung setiap upaya BKKBN dalam mencegah stunting pada anak dan balita akibat masalah kurang gizi kronis.

"Wujud dukungan Perum Bulog terhadap upaya peningkatan gizi masyarakat salah satunya melalui penyediaan produk pangan yang sehat, berkualitas, dan kaya nutrisi. Di antaranya, beras Fortivit," kata Febby.

Febby menjelaskan, beras Fortivit sangat cocok untuk dikonsumsi karena akan kandungan mikronutrien, seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, asam folat, vitamin B12, zat besi (Fe) dan seng (Zn).

Sebagai informasi, bantuan beras Fortivit melalui Bulog Peduli ini sebanyak 500 Kg diserahkan kepada BKKBN untuk disalurkan ke masyarakat, yang berpotensi stunting di Lembang, Bandung Barat.

TAGS : Bupati Bandung Barat Perum Bulog Penurunan Stunting Hasto Wardoyo Beras Fortivit




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :