Sabtu, 21/05/2022 10:45 WIB

Cegah Stunting untuk Generasi Masa Depan Indonesia yang Sehat

Tengkes adalah kekurangan gizi pada anak

Webinar hari Gizi Nasional 2022 “Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat di Masa Depan.

Jakarta, Jurnas.com - Perayaan Hari Gizi Nasional 2022 harus dijadikan sebagai momentum untuk membangun gerakan bersama membangun Indonesia yang terbebas dari masalah stunting.

"Stunting ini harus ditangani dengan kerjasama, kerja keras, dan kerja nyata," ujar Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, Dr. Dhian P. Dipo dalam webinar berjudul “Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat di Masa Depan” yang digelar Danone Indonesia, dikutip Kamis (27/1/2022).

Webinar ini mengupas pentingnya membangun sinergi pemerintah, masyarakat dan termasuk perusahaan dalam mencapai target penurunan stunting di Indonesia. Peserta berasal dari kalangan regulator, pengamat, akademisi dan masyarakat umum serta media.

Tengkes atau stunting adalah kekurangan gizi pada anak di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama, dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Indonesia menargetkan dapat menurunkan jumlah kasus stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024,dan data tahun 2019 menunjukkan bahwa jumlah kasus stunting masih sebesar 27,67 persen.

Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar yang lebih jauhnya dapat menghambat pembangunan bangsa dan mengakibatkan jutaan orang di bawah kemiskinan yang seharusnya bisa dihindari.

Bersama Dr. Dhian dari Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, webinar itu menghadirkan narasber dr H. Hasto Wardoyo (Kepala BKKBN), Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif (Dokter Spesialis Anak dan Guru Besar FKUI), dan Arif Mujahidin, (Communications Director Danone Indonesia).

Dr. Dhian menyebut ada dua hal intervensi dalam penurunan angka stunting, yaitu intervensi spesifik dan sensitif, dan kementerian kesehatan memiliki tanggung jawab di intervensi spesifik.

"Yaitu dengan penguatan kapasitas SDM mulai dari tenaga kesehatan, guru hingga perangkat desa agar bisa melakukan tindak lanjut dengan tepat saat menemui kasus di lapangan”, ujar Dhian.

Hasto Wardoyo selaku Kepala BKKBN menyampaikan bahwa penurunan angka stunting dapat tangani dengan tepat dimulai dari data, yang kemudian diolah atau dituangkan dalam penyusunan strategi.

“Salah satu langkah dini yang bisa diambil adalah bekerjasama dengan kementerian agama dan jajarannya, untuk harus mengidentifikasi calon pasangan yang menikah dan mengadakan pemeriksaan 3 bulan sebelum pernikahan untuk pengecekan lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh dan HB. Mulai dari 4 pemeriksaan tersebut yang akan menjadi program wajib," ujar Hasto.

Adapun Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif selaku Dokter Spesialis Anak dan Guru Besar FKUI menjelaskan stunting dapat ditangani selama 2 tahun pertama kehidupan anak.

Ia menjelaskan dua penyebab stunting yaitu malnutrisi atau asupan gizi yang kurang, dan kebutuhan gizi anak yang meningkat. Kebutuhan gizi anak yang meningkat bisa disebabkan oleh sakit, infeksi, prematuritas, alergi makanan dan kelainan metabolisme.

"Sehingga faktor pencegahan stunting menjadi hal yang utama.”, ujar dr. Damayanti.

Dalam mencegah serta menangani stunting ini, Arif Mujahidin selaku Communications Director Danone Indonesia menyampaikan bahwa peranan swasta sangatlah diperlukan. Dalam hal ini Danone Indonesia turut serta mendukung gerakan pemerintah baik untuk mencegah dan mengatasi stunting.

"Sejalan dengan misi Danone yakni membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang, kami berkomitmen penuh untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan stunting di Indonesia demi terciptanya Generasi Indonesia Emas 2045," jelas Arif Mujahidin.

Ia juga menegaskan pihak swasta berkontribusi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang isu kesehatan dan nutrisi, membangun kesadaran publik akan pentingnya gizi seimbang, serta mendorong kreativitas dalam menjalankan pola hidup sehat maupun inovasi dalam hal kesehatan, terutama di masa pandemi ini.

“Inisiatif ini kami lakukan dimulai dengan membangun area kerja yang ramah keluarga hingga berbagai inisiatif berupa edukasi nutrisi dan gizi kepada masyarakat melalui berbagai program yang kami jalankan.

Beberapa program kami diantaranya, Isi Piringku, AksiCegah Stunting, Warung Anak Sehat, Generasi Sehat Indonesia (GESID), Tanggap Gizi Kesehatan dan Stunting (Tangkas) dan beberapa program lainnya melalui kerjasama berbasis multi stakeholders," jelas Arif.

"Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi publik untuk bersama berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting," tutup Arif.

TAGS : Stunting Kemenkes Hari Gizi Nasional Generasi Indonesia Emas 2045




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :