Kamis, 19/05/2022 13:27 WIB

Ribuan Warga Belanda Turun Jalan Protes Kebijakan Pemerintah Tangani COVID-19

Demonstrasi kali ini diikuti oleh para petani yang berkendara ke ibu kota dan memarkir traktor di sepanjang Alun-alun Museum pusat.

Ribuan warga protes terhadap kebijakan pembatasan oleh Pemerintah Belanda untuk menahan penyebaran COVID-19, di Amsterdam, Belanda, 16 Januari 2022. (Reuters/Piroschka van de Wouw)

AMSTERDAM, Jurnas.com - Ribuan pengunjuk rasa memadati jalan-jalan Amsterdam pada Minggu (16/1). Mereka menentang langkah-langkah COVID-19 yang diberlakukan pemerintah dan kampanye vaksinasi ketika infeksi virus mencapai rekor baru.

Pihak berwenang berusaha mengurai gelombang demonstran di beberapa titik. Sejumlah mobil polisi anti huru hara berpatroli di lingkungan tempat para demonstran berbaris dengan spanduk dan payung kuning.

Protes anti-coronavirus secara teratur diadakan di seluruh negeri. Demonstrasi kali ini diikuti oleh para petani yang berkendara ke ibu kota dan memarkir traktor di sepanjang Alun-alun Museum pusat.

Dikutip dari Retuers, para demonstrasi memainkan musik, meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah dan kemudian berbaris di sepanjang jalan raya, memblokir lalu lintas.

Belanda memiliki salah satu penguncian terberat di Eropa selama sebulan hingga liburan akhir tahun.

Di tengah meningkatnya penentangan publik, Perdana Menteri Mark Rutte pada Jumat mengumumkan pembukaan kembali toko, penata rambut, dan pusat kebugaran, sebagian mencabut penguncian meskipun ada rekor jumlah kasus baru COVID-19.

Infeksi mencapai rekor tertinggi lainnya di atas 36.000 pada Minggu, menurut data yang diterbitkan oleh Institut Kesehatan Belanda (RIVM). Belanda telah mencatat lebih dari 3,5 juta infeksi dan 21.000 kematian sejak awal pandemi.

Pemerintah Rutte memerintahkan penguncian pada pertengahan Desember ketika gelombang varian Delta memaksa sistem kesehatan untuk membatalkan semua kecuali perawatan yang paling mendesak dan tampaknya meningkatnya kasus Omicron akan membuatnya kewalahan.

Toko-toko non-esensial, penata rambut, salon kecantikan, dan penyedia layanan lainnya diizinkan untuk dibuka kembali pada hari Sabtu dalam kondisi yang ketat.

Bar, restoran, dan tempat budaya telah diinstruksikan untuk tetap tutup hingga setidaknya 25 Januari karena ketidakpastian tentang bagaimana gelombang Omicron akan berdampak pada kapasitas rumah sakit.

TAGS : Belanda Demonstrasi COVID-19 Antivaksin Varian COVID-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :