Jum'at, 21/01/2022 00:00 WIB

Gus Muhaimin: Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di Medsos sudah Kalahkan Wahabi

santri jangan antipati terhadap politik

Gus Muhaimin dalam sebuah acara pengajian di Wonosari, DIY

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan, pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang paling sukses di tengah pandemi COVID-19. 

Pernyataan itu disampaikan Gus Muhaimin saat menghadiri Simaan Rutin Jumat Kliwon di Ponpes Darul Quran wal Irsyad sekaligus Haul Almagfurlah KH. Muhammad Munawir di Wonosari, Gunung Kidul, DIY, Jumat, 14 Januari 2022.

Menurut Gus Muhaimin juga mengapresiasi peranan pesantren dalam memanfaatkan media sosial dalam berdakwah.

Sebab sebelumnya, dalam kurun waktu 10-15 tahun yang lalu, konten dakwah di media sosial begitu ramai dan dikuasi oleh kelompok-kelompok penentang NKRI dan anti-Pancasila seperti Wahabi.

“Tapi alhamdulillah lima tahun terakhir ini kita berhasil mengejar dan Insyaallah lebih unggul dibanding Dakwah Islamiyah yang lainnya,” tutur Gus Muhaimin.

Wakil Ketua DPR RI ini juga mengajak para santri untuk tidak antipati terhadap politik. Dia menyatakan tanpa peran di politik perubahan-perubahan yang diharapkan tentu akan disulit digapai.

“Siapa yang tidak ikut dalam politik tidak akan ikut dalam menentukan perubahan,” ungkapnya.

Dikatakan Gus Muhaimin, perubahan yang begitu pesat memerlukan solusi yang tepat dan cepat juga. Pun demikian bagi kalangan santri di pesantren yang juga perlu bersiap diri menghadapi perubahan-perubahan tersebut.

Ia menyebut tiga tantangan yang harus segera dibenahi menghadapi perubahan.

Pertama, Indonesia harus setara. Menurut Gus Muhaimin, sistem ekonomi Indonesia yang belum adil harus lekas dibenahi agar kesetaraan itu terwujud.

Kedua, Indonesia profesional. Gus Muhaimin menjelaskan bahwa pada tahun 2030 mendatang jumlah angkatan muda di Indonesia diperkirakan akan meledak hampir 40 persen dari seluruh populasi.

Ketiga, Indonesia lestari di mana ekonomi Indonesia hanya bergantung pada beberapa aspek, antara lain tambang. Ini harus diubah bahwa kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas pembangunan Indonesia.

“Indonesia diharapkan menjadi solusi kelestarian dan berkontribusi bagi keselamatan dunia, baik alamnya maupun peradabannya. Insyaallah Indonesia bersama santri dan juga ulama ahlussunnah waljamaah bisa menjadi alternatif bukan hanya bagi kita, tapi juga dunia,” tukas Gus Muhaimin.

Acara tersebut turut dihadiri Pengasuh Ponpes Darul Quran wal Irsyad KH. A. Kharis Masduqi, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta, Ketua DPW PKB DIY Agus Sulistiono, Ketua DPW PKB Jateng KH. Yusuf Chudlori, Stafsus Menteri Perdagangan Lukmanul Khakim, serta ratusan santri Ponpes Darul Quran wal Irsyad.

TAGS : Gus Muhaimin PKB Wahabi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :