Kamis, 20/01/2022 23:29 WIB

Djokovic Akui Langgar Isolasi dan Bikin Klaim Palsu

Petenis Serbia, Novak Djokovic akhirnya mengakui bahwa dia melanggar aturan Covid-19, dua hari setelah dinyatakan positif virus corona.

Novak Djokovic (Foto: BBC)

Sydney, Jurnas.com - Petenis Serbia, Novak Djokovic akhirnya mengakui bahwa dia melanggar aturan Covid-19, dua hari setelah dinyatakan positif virus corona.

Dalam sebuah unggahan di Instagram pada Rabu (12/1), Djokovic menyebut dia bertemu dengan jurnalis untuk keperluan wawancara. Padahal, seharusnya dia tetap melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Saya menerima bahwa saya seharusnya menjadwal ulang," tulis Djokovic dikutip dari BBC.

Saat ini seluruh aktivitas Djokovic diteliti pemerintah Australia, untuk mempertimbangkan deportasi petenis nomor satu dunia tersebut.

Djokovic yang berharap untuk mempertahankan gelar Australia Terbukanya minggu depan, visanya dicabut pada 6 Januari di tengah pertanyaan tentang pengecualian vaksinnya.

Pada Senin awal pekan lalu, hakim secara dramatis membatalkan keputusan dan memerintahkan pembebasan Djokovic yang mendapatkan pengecualian medis.

"Saya merasa berkewajiban untuk melanjutkan dan melakukan wawancara L`Equipe, karena saya tidak ingin mengecewakan wartawan, tetapi memastikan saya menjaga jarak dan mengenakan masker kecuali ketika saya sedang difoto," lanjut Djokovic.

Adapun tentang laporan lain mengenai dia muncul di depan umum usai dinyatakan positif Covid-19 pada 16 Desember, Djokovic menegaskan bahwa itu "informasi yang salah".

Tak hanya mengakui telah melanggar isolasi Covid-19, Djokovic juga mengaku membuat pernyataan palsu pada formulir perjalanannya sebelum memasuki Australia.

Dia mengatakan agennya telah melakukan kesalahan saat mengisi bagian formulir yang menutupi riwayat perjalanannya baru-baru ini. Formulir tersebut menyatakan bahwa dia tidak bepergian dalam 14 hari sebelum kedatangannya di Australia.

Namun laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa pemain berusia 34 tahun itu telah melakukan perjalanan ke Serbia dan kemudian ke Spanyol sebelum perjalanan tersebut.

"Agen saya dengan tulus meminta maaf atas kesalahan administratif dalam mencentang kotak yang salah," tulisnya. "Ini adalah kesalahan manusia dan tentu saja tidak disengaja."

"Tim saya telah memberikan informasi tambahan kepada pemerintah Australia untuk mengklarifikasi masalah ini," tambahnya.

Australia Open tahun ini dimulai pada 17 Januari dan jika Djokovic menang, dia akan menjadi pemain petenis tersukses dalam sejarah.

TAGS : Novak Djokovic Petenis Dunia Australia Open Klaim Palsu




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :