Senin, 15/07/2024 00:05 WIB

Gegara Kritik Sudan Selatan, Jurnalis AP Diusir

Pada November, petugas keamanan Sudan Selatan menutup sementara operasional Eye Radio di Juba, salah satu stasiun radio populer yang didukung oleh Amerika Serikat

Akun Twitter Justin Lynch, jurnalis Associated Press (AP)

Sudan - Gegara menerbitkan laporan yang mengkritik Pemerintahan Sudan Selatan, seorang wartawan dari kantor berita Associated Press (AP) ditahan dan kemudian diusir dari negara tersebut.

Pengakuan itu dikemukakan wartawan AP, Justin Lynch melalui akun twitternya dilansir Reuters. "Kemarin, saya ditahan lalu dideportasi oleh sejumlah petugas keamanan nasional Sudan Selatan tanpa diberikan alasan resmi apa pun. Mereka hanya menyatakan bahwa laporan saya terlalu mengkritisi pemerintah. Ini pelanggaran atas kebebasan pers," tulisnya.  

Baca Juga : Antiteror Turki Tahan Jurnalis Terkemuka

Wakil Presiden pemberitaan internasional AP, Ian Phillips, menyebutkan setiap langkah yang dengan sengaja menekan legitimasi serta kebenaran  jurnalisme adalah bentuk kejahatan perang dan patut dihukum. "Kami berharap pemerintah Sudan Selatan akan mempertimbangkan kembali tindakannya itu," tutur Phillips.

Menanggapi hal ini, juru bicara kantor Kepresidenan Sudan Selatan, Ateny Wek Ateny mengatakan,  dirinya tidak menyadari adanya insiden deportasi ini sehingga pemerintah tidak dapat memberikan komentar.

Baca Juga: Aji Madiun Minta Panglima TNI Usut Pemukulan Jurnalis

Selama perang saudara berlangsung, sejumlah wartawan di Sudan Selatan sering mengeluhkan kekerasan pada media yang tak jarang dilakukan oleh otoritas berwenang. Berdasarkan Komite Perlindungan Jurnalis, tercatat ada lima wartawan yang tewas di Sudan Selatan pada 2015 lalu.


Pada November, petugas keamanan Sudan Selatan menutup sementara operasional Eye Radio di Juba, salah satu stasiun radio populer yang didukung oleh Amerika Serikat, tanpa memberikan alasan.

Dua bulan sebelumnya, pada September, pihak berwenang juga menghentikan operasional kantor surat kabar Nation Mirror tanpa memberikan alasan jelas. Sebelum ditutup, surat kabar itu berhasil menyingkap laporan mengenai dugaan penyalahgunaan dana negara oleh sejumlah pemimpin Sudan Selatan.

Dilansir CNN, penahanan wartawan juga pernah terjadi pada Juli lalu, di mana pihak berwenang menahan seorang editor surat kabar lantaran menulis artikel yang mengkritik pemimpin Sudan Selatan terkait kekerasan akibat perang saudara.

KEYWORD :

Pengusiran Jurnalis Justin Lynch




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :