Kamis, 27/01/2022 00:19 WIB

Pemerintah Indonesia Sudah Sangat Siap Menghadapi Omicron

Pemerintah juga telah menyiapkan para dokter atau tenaga kesehatan dalam menghadapi varian Covid-19 terbaru itu

Tabung reaksi berlabel COVID-19 Tes Positif terlihat di depan tulisan OMICRON SARS-COV-2 dalam ilustrasi ini diambil 11 Desember 2021. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pemerintah Indonesia sudah sangat siap dalam menghadapi penyebaran Varian Omicron di Indonesia. Apalagi situasi saat ini sudah terkendali dan kondusif.

"Kesiapan kita menghadapi Omicron ini, saya kira sudah sangat terkendali tetapi tetap dengan hati-hati. Mulai dari vaksinasi terus digencarkan, kedua, obat-obat juga sudah disiapkan, rumah sakit disiapkan. Semua yang dibutuhkan kita sudah siapkan, jadi jauh lebih siap," kata Luhut dalam konferensi pers virtual di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/1/2022).

Dengan melihat perkembangan angka yang ada, Menko Luhut menyebutkan bahwa situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia terus membaik. Bahkan, selama dua hari yakni tanggal 26 Desember 2021 dan 2 Januari 2022 tidak ada kasus kematian yang diakibatkan oleh Covid-19.

Ia juga mengatakan dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo ada beberapa hal yang diputuskan untuk mengantisipasi sekaligus meminimalisasi penyebaran Varian Omicron.

"Tadi diputuskan karantina yang 14 hari menjadi 10 hari dan 10 hari menjadi 7 hari. Kemudian Omicron memang sudah berkembang ke 132 negara dan kita ada di ranking 40," sebut Menko Luhut. Sedangkan di Indonesia, dia menyebutkan bahwa jumlah kasus Omicron sekarang ada 152. "Dan yang sudah sembuh 23 persen dari situ. Jadi angka ini memang masih kita lihat cukup baik dibandingkan yang lain," ungkapnya.

Selain vaksinasi, obat-obatan, dan rumah sakit, kata Menko Luhut, pemerintah juga telah menyiapkan para dokter atau tenaga kesehatan dalam menghadapi varian Covid-19 terbaru itu.

Lebih lanjut, soal fasilitas karantina,  juga telah disiapkan dengan matang sehingga kondisinya jauh lebih baik dan siap. "Jadi saya ingin sampaikan, mohon teman-teman sadar kita tidak bisa memberikan diskresi (pelonggaran) kebanyakan lagi karena kita hanya mengacu kepada SE Satgas yang ada saja, karena kalau tidak kita tidak disiplin," tegasnya.

Di samping itu, Menko Luhut menilai salah satu penyebab makin cepatnya penyebaran Varian Omicron di berbagai negara di dunia adalah kerena lemahnya penerapan protokol kesehatan di masyarakat atau ketidakdisiplinan. "Kunci Omicron berkembang di dunia manapun itu adalah masalah disiplin, disiplin penggunaan masker, disiplin masalah vaksin, disiplin cuci tangan dan seterusnya. Jadi kata kuncinya adalah disiplin," imbaunya.

Berkaca pada kondisi saat ini, Menko Luhut memandang bahwa Indonesia terbilang lebih baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, seperti misalnya India yang kini juga mengalami serangan Omicron

Melihat kesiapan dan keseriusan pemerintah menghadapi Pandemi Covid-19 , Menko Luhut mengajak semua pihak untuk tetap percaya dengan apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan saat ini dan upaya preventif pada masa mendatang.

"Jadi kita tidak perlu merasa bahwa kita ini kalah dengan yang lain, justru orang lain sekarang banyak mulai berkaca kepada kita. Kenapa Indonesia bisa memelihara keadaan seperti sekarang ini," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa jumlah kasus Omicron di dunia mengalami peningkatan. Data terbaru saat ini kasus konfirmasi sebanyak 408.000 , naik dari minggu lalu yakni 184.000 di seluruh dunia.

"Negara yang sudah terdeteksi ada omicron naik dari 115 negara minggu lalu menjadi 132 negara. Paling banyak sekarang ada di daerah Eropa, Inggris dan Amerika, itu semuanya di atas 20.000 kasus, Afrika Selatan sendiri sudah turun ke angka 1800-an," kata Menkes dalam kesempatan yang sama.

Untuk jumlah kasus tertinggi di wilayah Asia Tenggara, Menkes Budi menyebutkan posisinya dipegang oleh Singapura dengan 1.600 kasus, Thailand 1.500 kasus, dan Indonesia ada di posisi 40 (ranking dunia) jumlahnya per hari ini 152.

Adapun kasus itu, lanjutnya, semua berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

"Kita tahu 6 (kasus) merupakan transmisi lokal, ada yang datang dan sebagian besar di Jakarta tapi ada juga yang datang dari Medan dan juga dari Bali dan Surabaya. kita tetap harus selalu waspada," imbaunya.

Sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa terkait dengan angka reproduksi kasus efektif rata-rata masih tetap 0,98. Khusus di luar Jawa dan Bali akan ada perpanjangan PPKM periode pelaksanaan.

"Akan diperpanjang 14 hari, yaitu tanggal 4 sampai dengan 17 Januari. Jumlah kabupaten/kota dengan PPKM level I meningkat dari 191 menjadi 227 kabupaten/kota, kemudian dengan level 2 menurun dari 169 ke 148 kabupaten/kota; dan level 3 turun dari 26 menjadi 11 kabupaten/kota," sebutnya rinci.

Airlangga juga menyoroti masih rendahnya vaksinasi yang dilakukan di berbagai daerah atau provinsi yang belum mencapai 70 persen, khususnya dosis vaksin pertama. Meskipun demikian, saat ini pemerintahan juga telah menyiapkan booster ketiga dan aturan yang ada akan direvisi baik Peraturan Menteri Kesehatan maupun Peraturan Pemerintah.

"Ini diharapkan akan segera dimulai nanti disampaikan oleh Pak Menkes di tanggal 12 nanti dan kemudian tentu bagi PPLN juga pemerintah mempersiapkan pintu-puntu kedatangan. Selain di Jakarta disiapkan juga di Juanda maupun di tempat lain yang tentunya bisa melayani kekarantinaan serta pintu darurat.

TAGS : Omicron Pemerintah Covid-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :