Rabu, 19/01/2022 05:18 WIB

Penemuan Kasus Kusta Terkendala Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 berdampak pada upaya penemuan kasus kusta di Indonesia. Demikian disampaikan oleh Junior Technical Advisor NLR Indonesia, dr. Febrina Sugianto dalam dialog bertajuk `Bahu Membahu untuk Indonesia Sehat dan Bebas Kusta` di Radio KBR beberapa waktu lalu.

Junior Technical Advisor NLR Indonesia, dr. Febrina Sugianto (Foto: Youtube)

Jakarta, Jurnas.com - Pandemi Covid-19 berdampak pada upaya penemuan kasus kusta di Indonesia. Demikian disampaikan oleh Junior Technical Advisor NLR Indonesia, dr. Febrina Sugianto dalam dialog bertajuk `Bahu Membahu untuk Indonesia Sehat dan Bebas Kusta` di Radio KBR beberapa waktu lalu.

Dialog ini merupakan rangkaian kegiatan SUKA (Suara untuk Indonesia Bebas Kusta) yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik per bulan secara berkala, tentang isu kusta dan konsekuensinya melalui radio, lomba-lomba, dan roadshow ke kampus ilmu kesehatan.

Febrina mencontohkan, terdapat 457 kasus aktif kusta sebelum pandemi Covid-19 di Subang, yang merupakan wilayah kerja NLR Indonesia. Namun setelah pandemi angkanya turun drastis menjadi 116 kasus.

"Ini bisa jadi berita baik atau berita buruk. Berita baiknya berarti intervensi kami selama ini membuahkan hasil, karena prevalensi kusta berkurang," kata Febrina.

"Tapi bisa jadi berita buruk, karena dengan adanya restriksi (pembatasan, Red), menurunkan upaya menemukan kasus baru. Orang-orang lebih memilih tinggal di rumah. Itu yang bikin kasusnya jadi turun, dan menutup realitanya," imbuh dia.

Oleh karena itu, di saat pandemi Covid-19 masih belum mereda di Indonesia, Febrina menyarankan masyarakat supaya lebih aktif melaporkan kasus kusta, jika menemukan gejala-gejala kusta.

Di antara gejala-gejala tersebut, lanjut Febrina, ialah bercak putih terang atau merah di kulit, yang cenderung mati rasa apabila disentuh.

"Jika ada kecurigaan, segera konfirmasi ke puskesmas. Karena program ini merupakan paling besar diimplementasikan pemerintah di sektor publik, konfirmasinya disarankan ke puskesmas bukan ke klinik swasta," tegas Febrina.

NLR Indonesia berupaya mengeliminasi kasus kusta (zero leprocy) di Indonesia. Febrina memaparkan, terdapat tiga strategi NLR Indonesia untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu zero transmision (nol penularan kusta), zero disability (nol disabilitas akibat kusta), dan zero exclusion (nol diskriminasi terhadap penderita kusta).

"Salah satu upayanya salah satunya yang sudah dilakukan ialah meningkatkan kesadaran (awareness) soal kusta," tutup Febrina.

TAGS : Penyakit Kusta NLR Indonesia Febrina Sugianto Stigma Masyarakat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :