Sabtu, 27/11/2021 15:21 WIB

Sandiaga Uno: Filosofi Panjat Pinang Harus Dijaga

Panjang Pinang merupakan tradisi leluhur yang sudah mengakar dan harus dilestarikan dan dijaga baik.

Panjat Pinang tradisi yang harus dijaga. (Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memberikan tambahan hadiah untuk dikompetisikan dalam permainan panjat pinang yang dilakukan oleh masyarakat Desa Wisata Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Panjat pinang yang dilakukan oleh masyarakat desa Sesaot merupakan tradisi yang sudah turun temurun dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Sandi menegaskan, filosofi panjat pinang itu bukanlah memperebutkan suatu hadiah melainkan adalah gotong royong yang dilakukan oleh pesertanya.

"Karena hadiahnya juga akan dibagi rata sehingga jangan ada saling sikut menyikut," kata Sandiaga Uno.

Menurutnya hal ini adalah nilai luhur dari panjat pinang.  Sandi menambahkan hadiahnya, yaitu 10 jam tangan. Selain itu, dia juga membagikan beberapa goddie untuk pemain lainnya. "Pokoknya semuanya dapat dan bahagia," tegasnya.

Ia mengatakan, tradisi yang sudah ada sejak jaman leluhur ini memang harus dilestarikan. Karena warisan budaya macam ini sebagai salah satu daya tarik wisata.  Sehingga semakin banyak daya tarik wisata maka semakin banyak wisatwan yang tertarik hingga mereka datang. Maka akan banyak wisatawan yang datang dan dampaknya ekonomi masyarakat juga meningkat.

"Kalau banyak yang datang ekonomi juga bangkit dan makin banyak pula masyarakat yang sejahtera," tuturnya.

Sandi melanjutkan, salah satu upaya pemerintah selain bangkitkan ekonomi adalah membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Sehingga, sebagai menteri ekonomi kreatif dia juga meminta masyarakat desa Sesaot untuk terus berinovasi dalam mengambangkan produk kreatif sehingga akan banyak menyerap lapangan pekerjaan di desa tersebut.

TAGS : Panjat Pinang Lombok Sandiaga Uno Gotong Royong




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :