Kamis, 09/12/2021 04:17 WIB

PKB: Tidak Boleh Ada Kezaliman Kepada Seorang Guru

Di hari guru ini kita harus mengingatkan bahwa tidak boleh ada kezaliman kepada guru baik dari pemerintah, yayasan-yayasan pendidikan, dan kita masyarakatnya.

Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq. (Foto: Dok. Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Keberhasilan pendidikan di Indonesia tidak hanya diukur dari keberhasilan peserta didik, melainkan sampai sejauh mana nasib para pendidik dalam mendapatkan hak-haknya sebagai seorang guru.

Demikian harapan Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq dalam peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini (Kamis, 25/11).

"Di hari guru ini kita harus mengingatkan bahwa tidak boleh ada kezaliman kepada guru baik dari pemerintah, yayasan-yayasan pendidikan, dan kita masyarakatnya," kata dia.

Anggota Komisi VII DPR RI ini menjekalskan, guru memiliki hak untuk meningkatkan karier profesionalnya baik jabatannya, karier strukturalnya, termasuk juga kenaikan pangkat. Guru tidak sekedar disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, mereka juga butuh ruang intelektualitas dan ruang kreativitas. Para guru perlu didorong untuk memiliki kesempatan dan kesejahteraan yang lebih tinggi.  

"Tahukah kita bahwa guru honorer masih ada yang mendapatkan honor Rp150 ribu perbulan, paling besar Rp300 ribu perbulan," imbuh Kiai Maman.

Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini mengatakan, bagaimana mungkin Indonesia bisa meningkatkan kualitas dari pendidikan kalau guru-gurunya saja terzalimi. 

Ia kemudian mengutip pendapat dari Prof. Dr. Yuda Munajat yang menyebutkan empat poin penting soal peningkatan kesejahteraan guru.

Pertama, kata Kiai Maman, harus hilangnya kendala administratif yang dihadapi oleh para guru dalam meningkatkan karirnya, dalam meningkatkan status jabatannya. 

Saat ini, para guru kesulitan untuk terus menerus mengisi panduan-panduan saat mengajar, padahal yang dibutuhkan adalah justru para guru mendapat waktu belajar, mereka mampu menambah ilmu pengetahuan yang bisa ditransfer kepada anak-anak didiknya. Kendala administratif itu yang harus dipangkas. 

Kedua, terjadinya penumpukan guru yang tidak naik pangkat karena tidak sinkronnya antara profesi guru yang mereka geluti dengan syarat karya tulis yang harus dibuat. 

Menurut Kiai Maman, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena seharusnya seorang guru ditempatkan dalam bidangnya masing-masing dan tidak terkendala dengan karya tulis. 

"Kita butuh seorang guru yang punya inovasi, gagasan-gagasan kreatif serta metodologi yang bisa disampaikan kepada anak-anak didiknya," tambahnya.

Ketiga, Kiai Maman berpendapat bahwa kesejahteraan dan kepuasan guru, baik guru ASN yang belum tersertifikasi dan juga guru honorer itu belum diperhatikan dengan baik. 

Terakhir, masih kata Kiai Maman, perlunya diperluas ruang-ruang kreativitas, ruang-ruang inovasi, dan ruang-ruang intelektualitas bagi guru. 

“Banyak sekali guru dengan potensi yang begitu hebat tapi tiba-tiba terkubur oleh rutinitas, terkubur oleh formalitas, terkubur oleh persyaratan administratif yang tidak ada hubungannya dengan intelektualitas yang mereka miliki,” katanya.

"Keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada kualitas gurunya dan kualitas guru juga bergantung pada kesejahteraan hidupnya," tegas Kiai Maman.

TAGS : Warta DPR PKB Maman Imanulhaq Hari Guru Tenaga Pendidik Honorer




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :