Kamis, 09/12/2021 04:36 WIB

UI Raih Medali Emas dari Ajang iGEM Competition 2021

14 mahasiswa UI lintas fakultas yang tergabung dalam tim iGEM UI berhasil mempersembahkan Gold Medal Prizes bagi UI. Ini merupakan Gold Medal keempat yang UI dapatkan dalam penyelenggaraan iGEM setelah keikusertaannya di ajang tersebut dari tahun 2013.

Universitas Indonesia (Foto: Detik)

Jakarta, Jurnas.com - Universitas Indonesia (UI) meraih prestasi pada ajang International Genetically Engineered Machine Competition (iGEM) 2021 di Paris, Perancis pada 4-14 November 2021.

14 mahasiswa UI lintas fakultas yang tergabung dalam tim iGEM UI berhasil mempersembahkan Gold Medal Prizes bagi UI. Ini merupakan Gold Medal keempat yang UI dapatkan dalam penyelenggaraan iGEM setelah keikusertaannya di ajang tersebut dari tahun 2013.

Tim tersebut terdiri dari sembilan orang mahasiswa Fakultas Kedokteran, yaitu Kevin Tjoa, Fransiskus Mikael C., Angelina Clarissa, William Nathaniel, Benedictus Ansel S., M. Afif Naufal, Firda Izzain B., Violine Martalia, Teshalonica Mellyfera.

Selain itu tim juga terdiri dari tiga orang mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yaitu Samuel Febrian Wijaya, Gert Antonio Tobing, dan Hans Mahadhika serta satu orang mahasiswa Fakultas Teknik yaitu Madelstein Melhan, dan satu orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, yaitu David Su.

Tahun ini, tim UI mengangkat proyek berjudul Helicostrike. Helicostrike merupakan proyek yang berfokus untuk merancang E.coli yang dapat menghancurkan biofilm H.pylori dan membunuhnya.

"Kami membuat desain cara kerja dimana bakteri E.coli kami modifikasi dengan metode biologi sintetik sehingga dapat membunuh bakteri H.pylori pada yang merupakan salah satu faktor penyebab ulkus peptikum, gastritis kronik dan kanker lambung pada saluran pencernaan. Desain cara kerja ini penting sebagai salah satu upaya menekan risiko resistensi antibiotik terkait pengobatan infeksi H.pylori yang dilakukan secara konvensional," ujar Kevin Tjoa selaku ketua tim.

Proyek ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa sebanyak 1 dari 5 orang Indonesia terinfeksi H.pylori berdasarkan penelitian Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD –KGEH, MMB, FINASIM, FACP yang juga merupakan dekan FK UI. Rancang desain ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya adalah lebih patient friendly.

"Kami kedepannya mengupayakan nantinya jika sudah menjadi produk, maka Helicostrike akan dibuat dalam bentuk yoghurt. Sehingga lebih mudah atau enak dikonsumsi dibandingkan obat pada umumnya, namun tetap memiliki efektifitas yang tinggi," imbuh Kevin.

Selain itu, dengan adanya rancang desain ini diharapkan juga pengobatan pasien dapat berjalan dengan efektif-efisien tanpa menggunakan banyak obat, karena pengobatan konvensional saat ini menggunakan antibiotik kombinasi yang terdiri atas clarithromycin triple, sequential dan bismuth quadruple yang pengobatannya mencapai 10-14 hari.

Banyaknya jenis obat yang harus dikonsumsi dan panjangnya waktu konsumsi antibiotik ini dapat membuat pasien menjadi bosan dan tidak menghabiskan antibiotik sampai tuntas sehingga meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Seluruh proses penelitian dilakukan di bawah bimbingan Dr. dr. Budiman Bela, SpMK(K) (Departemen Mikrobiologi FK UI), serta dibantu oleh segenap tim peneliti dari Pusat Riset Virologi dan Kanker Patobiologi (PRVKP) FKUI.

"Prestasi ini merupakan hal yang luar biasa mengingat tentu tidak mudah melakukan persiapan untuk kompetisi ini dalam suasana pandemi yang banyak membatasi pergerakan manusia ini," ujar Dr. Budiman.

iGEM merupakan sebuah kompetisi sintetik biologi tahunan yang diadakan oleh iGEM Foundation, sebuah organisasi non-profit internasional yang berpusat di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.

Sejarah iGEM berawal dari student project yang dilakukan di kampus Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang kemudian dikembangkan hingga akhirnya menjadi kompetisi sintetik biologi terbesar di dunia. Tahun ini, kompetisi iGEM melibatkan lebih dari 352 tim yang berasal dari seluruh dunia.

TAGS : Universitas Indonesia iGEM 2021 Rekayasa Genetika Pendidikan Tinggi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :