Jum'at, 28/01/2022 08:47 WIB

Dukung Ketersediaan Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Petani Milenial Papua

Pelatihan petani milenial  merupakan langkah penting dilakukan mengingat Papua dan Papua Barat adalah daerah subur dengan lahan pertanian yang belum tergarap maksimal.

Pembukaan pelatihan bagi petani milenial di Papua dan Papua Barat, 15-23 November 2021. (Foto: Screenshot/jurnas.com)

PAPUA, Jurnas.com  - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pelatihan bagi petani milenial di Papua dan Papua Barat 15-23 November 2021.

Pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian ini dilaksanakan untuk mendukung ketersediaan pangan. Kegiatan ini melibatkan 20 Kabupaten/Kota di Papua dan 18 Kabupaten/Kota di Papua Barat, dengan jumlah peserta 1.200 orang.

Di Provinsi Papua, pelatihan dilangsungkan di BPTP Papua, BLP Sentani, BPP Sidori, Dishut Biak, Ditan Merauke, Distan Nabire, Polbangtan Merauke, BPP Semangga, Balai Kampung Domande, Diperta, SMK Eca, dan Diperta Yapen.

Sementara di Papua Barat, pelatihan dipusatkan di Polbangtan Manokwari, Dinas Pertanian Kabupaten Pegaf, Dinas Pertanian Kabupaten Telbin, Dinas Pertanian Kabupaten Sorong, Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak, dan Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pelatihan petani milenial  merupakan langkah penting dilakukan mengingat Papua dan Papua Barat adalah daerah subur dengan lahan pertanian yang belum tergarap maksimal.

"Jika kita semua bergerak, maka ketersediaan pangan akan bisa dipenuhi. Namun, kita berharap petani milenial bisa menjadi yang terdepan dalam hal itu. Papua punya bumi yang subur, manfaatkan itu untuk pertanian," katanya.

Syahrul juga beharap kepada Pemerintah Daerah yang di Papua dan Papua Barat beserta jajaran untuk lebih memperhatikan petani milenial. "Ini anak-anak saya dan tidak boleh gagal," kat Syahrul.

Pada bagian lain, Syahrul mengatakan, selama pandemi COVID-19 pertumbuhan PDB pertanian yang naik 16.24 persen, sedangkan ekspor meningkat 15.79 persen di tahun 2020 bahkan hingga tahun 2021 meningkat sampai 47, 96 persen.

Sementara Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) meningkat sebesar 105,58 dan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 105,68.

"Ini artinya pertanian mempunyai peluang besar yang bisa dimanfaatkan. Bertani tidak akan miskin, menjadi Petani itu hebat, dan petani milenial itu luar biasa. Dan Petani harus tangguh, kendalikan alam, produksi pangan untuk kehidupan tambahnya," tambahnya.

Kepala BPPSDMP, Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan terus komitmen dalam menghadirkan pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing serta berjiwa entrepreneurship tinggi.

Jadi, alhamdulilah saat ini sebagian besar kabupaten mengikuti secara daring, dan memang beberapa anak kita tidak bisa mengakses sinyal tetapi nanti saat pelatihan tim kami (widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh) akan datang ke tempatnya secara langsung," kata Dedi.

Dedi mengatakan, pelatihan akan dilaksanakan dengan metode On the Job Training (OJT) yaitu metode pelatihan yang mengajarkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi yang diperlukan oleh penyuluh dan petani langsung di lokasi usaha tani.

Tema materi yang akan disampaikan antara lain, onfarm, offfarm, teknologi pertanian, dan ekspor, yang disesuaikan dengan kebutuhan dari peserta untuk pengembangan usahanya.

"Tentu materi yang akan kita sampaikan Pak Menteri selain terkait dengan teknik budidaya, kami juga latihkan terkait wirausaha termasuk cara mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar bisa bisa berwirausaha pertanian secara mendiri," ujar Dedi.

Sedangkan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, yang juga hadir pada acara pembukaan pelatihan tersebut menyampaikan,  agar momentum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh milenial di Papua dan Papua Barat.

"Kami akan mendorong milenial Papua dan Papua Barat untuk bisnis pertanian terutama dalam komoditas ekspor seperti kopi. Saya optimistis, 1.200 milenial yang bergabung dalam pelatihan ini dapat menjadi petani yang sukses baik on farm maupun off farm," ujar Billy.

 

TAGS : Pelatihan Petani Milenial Provinsi Papua Papua Barat Dedi Nursymasi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :