Sabtu, 21/05/2022 23:21 WIB

Kemdikbudristek Dorong Sinergi Penguatan Karakter Siswa

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemdikbudristek, Hendarman, menerangkan tidak dipungkiri masih terdapat beberapa kasus pelajar akibat kurangnya karakter baik.

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemdikbudristek, Hendarman (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Pengembangan karakter menjadi salah satu agenda prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) saat ini.

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemdikbudristek, Hendarman, menerangkan tidak dipungkiri masih terdapat beberapa kasus pelajar akibat kurangnya karakter baik.

Menurut dia, pengembangan karakter seharusnya bukan hanya dilakukan di sekolah oleh guru ataupun pemerintah melalui Pusat Penguatan Karakter, tetapi juga perlu peran orang tua di rumah.

"Bagaimanapun, orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak. Terlebih di masa Pembelajaran Jarak Jauh yang membuat anak-anak selalu di rumah. Dengan kata lain, perlu ada sinergitas antara sekolah, orang tua, dan anak, termasuk dengan masyarakat," tegas Hendarman dalam peluncuran buku Ibu Pertiwi pada Jumat (29/10).

Mentari Group melalui salah satu unit layanannya, ASTA Ilmu Publishing, mendukung pemerintah dengan meluncurkan program pembangunan karakter bangsa, yaitu buku Ibu Pertiwi. Buku Ibu Pertiwi dirancang berdasarkan enam Profil Pelajar Pancasila yang tengah digalakkan oleh pemerintah.

"Ibu Pertiwi merupakan bentuk kosistensi Mentari Group sebagai kontributor aktif dalam membangun SDM Indonesia yang unggul. SDM unggul terdiri dari dua pilar, yaitu karakter baik dan kompetensi tinggi. Karakter baik yang akan dibangun melalui Ibu Pertiwi adalah karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila,” tegas Anna Rimba Phoa Pimpinan Program Ibu Pertiwi.

Natalina Rimba, Chief Marketing Officer Mentari Group, menjelaskan bahwa terdapat dua pendekatan pembelajaran dalam Ibu Pertiwi, yaitu pendekatan cerita dan saintifik.

Melalui cerita, para pelajar akan lebih cepat memahami dan mengingat nilai karakter yang digambarkan pada cerita. Pendekatan saintifik dilakukan dengan beragam aktivitas pembelajaran yang berfungsi untuk mengembangkan kompetensi pelajar.

"Dengan demikian, pelajar bukan semata-mata menghafal butir Pancasila, melainkan benar-benar memahami dan mengaplikasikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujar Natalina.

Hendarman mengapresiasi Mentari Group atas peluncuran buku Ibu Pertiwi. Buku ini merupakan bukti adanya dukungan dan kerja sama dari lembaga sehingga ekosistem pendidikan dapat terwujud.

"Apa yang dilakukan Mentari Group melalui Ibu Pertiwi ini sangat luar biasa. Saya atas nama Kemdikbudristek sangat mengapresiasi dan menghargai Mentari Group karena telah peduli dan mendukung pemerintah dalam mengembangkan karakter anak," kata Hendarman.

"Program Ibu Pertiwi ini sejalan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda sehingga menjadi suatu momentum untuk mengingatkan bahwa kita semua bergerak atas nama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi kami, hal ini juga selaras dengan semangat Merdeka Belajar Mas Menteri Nadiem Makarim, yaitu sinergitas yang akan mewujudkan pendidikan lebih baik," sambung Hendarman.

Buku Ibu Pertiwi terdiri dari enam level yang ditujukan untuk pelajar Sekolah Dasar. Buku ini ditulis dan diilustrasikan oleh putra-putri bangsa. Selain dua pendekatan yang telah dijelaskan, strategi lain untuk menarik perhatian pelajar adalah halaman buku yang berwarna dan ilustrasi yang menarik.

Pelajar Indonesia bisa mendapatkan buku Ibu Pertiwi pada pertengahan November dengan menghubungi ASTA Ilmu Publishing di 085697856420 atau [email protected] Buku Ibu Pertiwi bsia didapatkan di toko buku Mentari dan e- commerce pada awal tahun 2022.

TAGS : Kemdikbudristek Penguatan Karakter Mentari Group Buku Ibu Pertiwi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :