Marlen Sitompul | Selasa, 29/11/2016 13:12 WIB
Politikus Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia
Jakarta - Keinginan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) untuk kembali menjabat sebagai Ketua DPR dinilai justru akan menimbulkan citra buruk bagi lembaga parlemen.
Penilaian itu disampaikan Politikus Golkar, Ahmad Doli Kurnia, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Selasa (29/11). Untuk itu, Ia menyarankan, agar usulan pergantian
Ketua DPR dipertimbangkan lagi.
Setnov, kata Doli, sebagai Ketua Umum
Partai Golkar seharusnya tetap fokus melakukan konsolidasi internal dan membangun citra positif Golkar.
"Dengan memaksakan kembali menjadi
Ketua DPR, hal itu akan memberikan citra negatif, baik buat Golkar maupun DPR RI, bahkan pribadi Setya Novanto sendiri," kata Doli.
Menurutnya, sangatlah tidak etis jika
Setnov kembali menjabat sebagai pimpinan DPR. Sebab,
Setnov sebelumnya telah mengundurkan diri dari
Ketua DPR karena kasus papa minta saham.
"Jadi sangat tidak etis bila seseorang yang sudah mengundurkan diri dari jabatan tertentu, ingin kembali lagi," tegasnya.
Disamping itu, lanjut Doli, menjelang Munas Golkar,
Setnov pernah menyatakan jika terpilih sebagai Ketua Umum Golkar, maka akan mengundurkan diri dari Anggota DPR RI.
"SN juga telah membuat komitmen bahwa Ade Komarudin akan tetap menjadi
Ketua DPR RI, saat Ade Komarudin mundur dari pencalonan dan memberikan dukungan kepada SN sebagai Ketua Umum PG di Munas lalu," tandasnya.
Diketahui, Rapat Pleno DPP
Partai Golkar, pada Senin (21/11/2016) memutuskan
Setnov kembali diajukan sebagai
Ketua DPR menggantikan Akom. Sementara, Dewan Pembina
Partai Golkar merestui pergantian
Ketua DPR tersebut, meski sempat mendapat penolakan.
KEYWORD :
Ketua DPR Ade Komaruddin Partai Golkar Setnov