Minggu, 05/12/2021 15:51 WIB

Komitmen Percepat Pembangunan SDM Pertanian, Syahrul Resmikan Kampus PEPI

pendirian Kampus PEPI merupakan komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia pertanian serta meningkatkan kualitas tenaga yang terlatih, terampil sehingga dapat terserap ke dalam industri-industri.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Humas Kementan/Jurnas.com)

TANGERANG, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo meresmikan Gedung Kampus Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia atau PEPI yang berlokasi di Tangerang, Banten (21/10).

Syahrul menjelaskan, pendirian Kampus PEPI merupakan komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia pertanian serta meningkatkan kualitas tenaga yang terlatih, terampil sehingga dapat terserap ke dalam industri-industri.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghubungkan pendidikan vokasi dengan industri-industri agar setiap lulusan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

"Dalam upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, kita harus dapat mengubah paradigma mereka bahwa sektor pertanian menarik dan menjanjikan apabila dikelola dengan tekun dan sungguh-sungguh, menanamkan kesadaran akan kebutuhan pangan nasional," kata Syahrul.

Syahrul mengatakan, pihaknya mempersiapkan PEPI ini dengan baik agar mahasiswa memiliki kemamampuan akademik dan keterampilan terapan yang baik serta budidaya perilaku pertanian akan terbangun dalam kehidupan mereka.

"Kita butuh 2,5 juta anak-anak milenial untuk menggerakan pertanian. Sumber daya alam pertanian sudah tersedia banyak, untuk itu yang kita butuhkan sekarang adalah SDM yang lebih kuat dengan terapan science, riset dan teknologi agar lebih efektif dan berkualitas dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.
 
Gerakan Pembangunan SDM pertanian menurut Syahrul difokuskan pada investasi mendukung Kawasan Ekonomi Khusus  Pendidikan Tinggi. Untuk itu PEPI bersinergi dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian melalui kegiatan penelitian, perekayasaan, dan pengembangan enjiniring pertanian.

"PEPI berkomitmen untuk menghasilkan lulusan sebagai tenaga teknisi yang terampil, berintegritas dan memiliki jiwa entrepreneur serta berwawasan industri 4.0," kata Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan PEPI mengelola tiga program studi yaitu Teknologi Mekanisasi Pertanian, Tata Air Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian dengan menerapkan komposisi beban SKS mencakup 40 persen teori dan 60 persen praktik.

Lebih lanjut Dedi menuturkan tujuan pendirian PEPI adalah menyelenggarakan Tridharma perguruan tinggi, mengembangkan kelembagaan dan program studi bidang enjiniring pertanian.

"Juga meningkatkan mutu dan kompetensi sumberdaya pendidikan sesuai perkembangan IPTEK di bidang enjiniring pertanian, menjalin kemitraan dan jejaring kerja sama pendidikan nasional dan internasional, mengoptimalkan sistem manajemen administrasi Pendidikan, juga menyelenggarakan nilai kejuangan sehingga terbentuk sikap pembiasaan untuk beribadah, berakhlak mulia, berintegritas, belajar terus menerus, berkarya, bermanfaat, dan professional," kata Dedi

TAGS : Syahrul Yasin Limpo Pendidikan Vokasi Dedi Nursyamsi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :