Rabu, 01/12/2021 04:19 WIB

Komunitas Tionghoa Terbesar di Italia Merasa Dihukum Aturan Green Pass COVID-19

Aturan ini telah memicu protes di beberapa kota Italia sejak pemerintah mewajibkannya di tempat kerja mulai 15 Oktober.

Buruh imigran Tiongkok menyaksikan petugas polisi melakukan pemeriksaan di sebuah pabrik tekstil di Prato, Italia, pada 9 Desember 2013. (Foto: REUTERS/Stefano Rellandini)

PRATO, Jurnas.com - Salah satu komunitas Tionghoa terbesar di Italia mengatakan sedang dihukum secara tidak adil oleh izin kesehatan COVID-19 wajib pemerintah dan telah meminta pihak berwenang untuk interpretasi aturan yang fleksibel.

Green Pass merupakan dokumen digital, yang menunjukkan seseorang sudah divaksinasi, dinyatakan negatif, atau baru saja pulih dari infeksi virus. Aturan ini telah memicu protes di beberapa kota Italia sejak pemerintah mewajibkannya di tempat kerja mulai 15 Oktober.

Keluhan terbaru datang dari 25.000 komunitas Tionghoa di kota Prato, Tuscan, yang tumbuh di sekitar industri tekstil lokal. Banyak yang telah diinokulasi di China dengan vaksin China Sinovac, yang tidak memenuhi syarat untuk Green Pass.

Kepala komunitas Tionghoa Prato, Luca Zhou Long, menulis kepada Presiden Tuscany Eugenio Giani memintanya untuk menyelesaikan "rintangan birokrasi" yang mencegah banyak orang Tionghoa pergi bekerja.

"Jelas bahwa situasi ini melibatkan kesulitan yang cukup besar untuk produksi, bukan karena kurangnya vaksinasi tetapi karena ketidakmungkinan untuk mendapatkan sertifikat," tulis Long dalam surat yang dipublikasikan pada Selasa (19/10).

Satu-satunya vaksin yang diakui oleh Italia untuk tujuan Green Pass adalah Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson dan AstraZeneca, dan Perdana Menteri Mario Draghi secara pribadi telah menyatakan skeptisisme atas Sinovac.

"Vaksin China ... telah menunjukkan dirinya tidak memadai," katanya pada bulan Juni.

Baik pemerintah maupun otoritas Tuscan sejauh ini tidak menanggapi seruan Long, tetapi komunitas Tionghoa Prato mungkin menarik harapan dari kasus serupa yang melibatkan San Marino, sebuah republik kecil yang terkurung daratan yang dikelilingi oleh Italia utara.

San Marino, tidak seperti Italia, mengizinkan penggunaan vaksin Rusia Sputnik, dan Roma memutuskan minggu ini bahwa penduduk daerah kantong yang bekerja di Italia dan mengambil suntikan Rusia akan dibebaskan dari keharusan membawa Green Pass hingga 31 Desember. (Reuters)

TAGS : Komunitas Tionghoa Italia Green Pass COVID-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :