Jum'at, 28/01/2022 09:13 WIB

Gairah Pariwisata Bali, Gus Muhaimin Rafting Sensasional di Sungai Ayung

Ceess….! Airnya dingin dan segar. Petualangan dimulai. 

Gus Muhaimin rafting di Sungai Ayung, Gianyar, Bali

Gianyar, Jurnas.com – Setelah mati suri selama hampir dua tahun akibat Pandemi Covid-19, Pariwisata Bali kini mulai menggeliat menurunnya kasus pandemi.

Pemerintah pun membuka kembali kunjungan pariwisata di kepulauan seperti Bali maupun Kepulauan Riau (Kepri) bagi wisatawan asing.

Ada 19 negara yang diperbolehkan masuk ke Bali yakni Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar pun ikut mendukung gairah pariwisata bali dengan mengunjungi sejumlah spot indah Pulau Dewata.

Bersama jajaran PKB, Gus Muhaimin bersepeda di Tanah Lot, Danau Batur Kintamani, bersepeda keliling wilayah Bali hingga wisata rafting di Sungai Ayung, Ubud. Refreshing ini dilakukan di sela kegiatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Ikut mendampingi Gus Muhaimin dalam kegiatan rafting yang dilakukan pada Senin (11/10/2021), sang istri tercinta, Rustini Muhaimin, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid berserta istri, Chalimatus Sa’diyah, Anggota Komisi X (Bidang Pariwisata, Pendidikan, dan Olahraga) DPR RI Hasanuddin Wahid, dan pengurus DPP PKB Bambang Susanto.

Bagi Gus Muhaimin, melakukan rafting atau wisata arung jeram di Sungai Ayung, Ubud, memberikan kesan tersendiri. Apalagi, sudah cukup lama dirinya tidak bisa berwisata sejak pandemi melanda negeri ini awal Maret 2020 lalu.

Sungai Ayung merupakan salah satu sungai di Bali yang dikenal sebagai tempat rafting yang cukup seru. Arusnya memang tak sebesar Sungai Telagawaja, tapi itulah yang justru menjadi tantangan tersendiri. Diperlukan kayuhan dengan tenaga ekstra untuk bisa melanjutkan perjalanan.

Rombongan tiba di starting point rafting Sungai Ayung sekitar pukul 09.30 WITA. Oleh para pemandu wisata, Gus Muhaimin beserta rombongan kemudian diberikan briefing dan melakukan streching dengan mengenakan perlengkapan rafting seperti rompi pelampung, helm, serta dayung. Sekitar pukul 10.00, rombongan mulai menuruni tangga menuju sungai dengan melewati sebanyak 150 anak tangga.

Tantangan pun dimulai. Diperlukan kehati-hatian ekstra dalam perjalanan menuruni setiap anak tangga menuju sungai karena jalanan yang licin. Namun, pandangan mata mulai disuguhi dengan segarnya pemandangan dedaunan hijau dan tebing-tebing yang menjulang tinggi.

Setelah tiba di bibir sungai, sensasi baru mulai terasa. Begitu mencelupkan kaki di sungai, kesegaran Sungai Ayung langsung terasa. Ceess….! Airnya dingin dan sangat segar. Petualangan pun dimulai dengan menaiki perahu boat karet. Ketika perjalanan menaiki perahu boat dimulai, ada sensasi baru saat para pemandu mulai memancing ”keributan” dengan memukulkan dayung ke sungai. Percikan air sungai pun mengenai tubuh para peserta rafting.

Tak mau hanya menjadi sasaran tembak, para peserta rafting pun terpancing untuk saling balas dengan menarik dayung masing-masing agar air sungai bisa mengenai tubuh pengguna perahu boat lainnya. Tak terkecuali Gus Muhaimin dan istri yang juga ikut saling menyerang pengguna boat lainnya sehingga tercipta keseruan di antara para peserta. Aksi saling ”balas” percikan air pun memberikan sensasi tersendiri.

Secara berlahan, perahu boat mulai berjalan menyusuri Sungai Ayung. Disini petualangan sejati benar-benar dimulai. Selama sekitar 2,5 jam menyusuri arus sungai, kesegaran benar-benar terasa. Adanya cukup banyak bebatuan di sungai membuat perahu boat tidak selalu berjalan mulus sehingga dibutuhkan usaha lebih ekstra ketika perahu menyangkut di bebatuan. Sesekali tubuh serasa dibanting ketika menyusuri arus deras dan rute yang berliuk. Namun, justru pada momentum seperti itulah sensasi rafting terasa sangat menyenangkan.

Di sepanjang perjalanan menyusuri sungai, di kanan kiri sungai juga disuguhi pemandangan alam yang benar-benar aduhai. Rindangnya pepohonan hijau memberikan kesan asri tersendiri. Ditambah dengan kicauan burung liar di sepanjang perjalanan semakin memberikan kesan alam yang masih terjaga kelestariannya.

Tebing-tebing menjulang tinggi di kanan dan kiri sungai juga menjadi pemandangan alam yang cukup memanjakan mata. Kesan kesegaran semakin terasa ketika di beberapa titik, terdapat suguhan air terjun yang cukup menggoda untuk dijadikan sebagai spot pengambilan gambar yang benar-benar memukau.

Tak mau melewatkan kesempatan langka tersebut, Gus Muhaimin beserta istri pun turun dari boat untuk mengambil gambar berdua di tengah guyuran air terjun. Ahayy..., romantis sekali.

Di tengah perjalanan sebelum mencapai titik finish, Gus Muhaimin beserta rombongan berhenti menepi sejenak menikmati buah durian jatuhan matang pohon yang dipesan dari warga kampung yang tinggal di kawasan sungai. Sekitar pukul 12.30 WITA, kurang lebih 2,5 jam mengarungi perjalanan rafting di Sungai Ayung, rasa capai pun terbayar lunas dengan kesegaran dan sensasi nikmatnya rafting. Badan basah kuyup nan segar.

”Alhamdulillah, bersyukur Bali sudah dibuka kembali. Ayo kita datang ke Bali untuk menikmati Sungai Ayung yang nikmatnya minta ampun. Dahsyat sekali. Ayo kita rafting bareng-bareng. Nikmatnya luar biasa. Sungai Ayung debit airnya tinggi, arusnya deras. Nikmati alam dengan pemandangan yang sangat bagus, luar biasa,” ungkap Gus Muhaimin mengakhiri petualangannya di Sungai Ayung.

Gus Muhaimin juga bersyukur pandemi Covid-19 beransur menurun dan pariwisata Bali kembali dibuka. "Alhamdulilllah kita cukup bangga, bersyukur, akhirnya Bali dibuka kembali. Wisatawan domestik sudah mulai ramai datang ke Bali,” ungkapnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berpesan agar masyarakat yang berkunjung ke Bali agar tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat sehingga kondisi yang sudah membaik tidak kembali memburuk. ”Jangan lupa tetap menggunakan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, dan terus menerus jaga kebersihan tangan kita,” tuturnya.

TAGS : Gus Muhaimin Rafting Sungai Ayung pariwisata Bali Covid-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :