Senin, 04/07/2022 01:51 WIB

Marsekal Hadi Layak Isi Kursi Menhan, Menko Polhukam dan BIN

Sebagai sosok yang loyal, beliau sangat layak jika diberi kepercayaan oleh Presiden sebagai Menkopolhukam, kementerian yang selaras dengan kerja-kerja di militer yaitu menjaga situasi keamanan politik dan keamanan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Spekulasi mengenai pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terus menguat. Sejumlah nama penggantinya juga sudah mengemuka ke publik. Ada dua nama yang menguat. Mereka yakni, KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo.

Suksesi kursi Panglima TNI ini menjadi menarik, posisinya sangat strategis karena keterpilihannya langsung atau tidak langsung dihadapkan pada `tugas berat` yakni menyukseskan gelaran Pemilihan Umum Tahun 2024. Dari Pemilihan Kepala Daerah, Pemilihan Anggota DPD, Pemilihan Anggota DPR hingga Pemilihan Presiden.

"Presiden akan menghadapi tahun politik, beliau harus didampingi oleh orang yang non partisan dan dekat secara emosional," urai Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam Bidang Pembangunan Demokrasi, Politik dan Pemerintahan, Ilham Fadli kepada wartawan, Selasa (5/10).

Calon pengganti Panglima TNI, menurutnya bisa berkaca pada keterpilihan Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI sejak 8 Desember 2017. Lulusan Akademi Angkatan Udara Tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987 itu menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

"Hal ini bisa dilihat ada pada Panglima Hadi, terbukti mulai dari Danlanud Solo, Setmilpres dan Panglima, Pak Hadi selalu ada di dekat Presiden," jelas Fadli.

Dia katakan, karir moncer Hadi Tjahjanto di dunia militer sebagaimana pendahulu - pendahulunya menjadi daya tarik sekaligus membuka peluang untuk masuk di dunia politik nasional. Posisinya yang dekat dengan elit kekuasaan bisa berkaca pada sosok Moeldoko saat ini.

"Sebagai sosok yang loyal, beliau sangat layak jika diberi kepercayaan oleh Presiden sebagai Menkopolhukam, kementerian yang selaras dengan kerja-kerja di militer yaitu menjaga situasi keamanan politik dan keamanan," kata Fadli.

Pos strategis lainnya, bisa juga misalnya jika Presiden memberikan mandat kepada Haji Tjahjanto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) atau Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Dua instansi yang memang masih selaras dengan kerja-kerja Hadi Tjahjanto selama ini.

Ditambahkan, tahun 2022 adalah tahun ke-3 di periode ke 2 Presiden Jokowi memimpin. Berkaca dari masa Presiden  sebelumnya, biasanya tahun depan sudah bisa dibilang sudah memasuki tahun politik, dimana menteri-menteri dari kalangan oartai biasanya sudah lebih sibuk untuk memikirkan agenda kepartaian ketimbang memikirkan program kerja.

"Ekstrimnya, bisa jadi para menteri jalan sendiri-sendiri. Maka sangat tepat bila Laksamana Hadi pasca pensiun tetap berada didekat Pak Jokowi," sebut Ilham Fadli.

Dengan begitu, Hadi Tjahjanto bisa membantu mewujudkan dan mempercepat program - program kerja yang belum berjalan dengan maksimal. Selain itu agar visi - misi yang dicanangkan bisa terwujud dengan selesainya masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

TAGS : Reshuffle Kabinet Panglima TNI Hadi Tjahjanto Menko Polhukam Menhan HMI BIN




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :