Sabtu, 23/10/2021 06:06 WIB

Penyetaraan Ijazah Luar Negeri Dipermudah, Ini Langkah-langkahnya

Layanan ini bertujuan untuk memberikan pengakuan atas kualifikasi ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi di luar negeri, dengen kualifikasi ijazah pendidikan tinggi di Indonesia dengan mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Ilustrasi ijazah (Foto: Antaranews)

Jakarta, Jurnas.com - Ditjen Diktiristek Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) mempermudah layanan penyetaraan ijazah luar negeri melalui daring.

Layanan ini bertujuan untuk memberikan pengakuan atas kualifikasi ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi di luar negeri, dengen kualifikasi ijazah pendidikan tinggi di Indonesia dengan mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Selain itu, layanan ini juga menyetarakan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari perguruan tinggi di luar negeri sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi di Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam menyampaikan bahwa kegiatan menempuh pendidikan di luar negeri adalah salah satu kesempatan berharga yang harus dimaksimalkan.

Oleh karena itu, Nizam berpesan agar para mahasiswa dapat bekerja keras dan berprestasi agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

"Cara untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia dapat dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya mahasiswa dapat kembali ke tanah air tidak hanya membawa ijazah melainkan juga pengalaman yang dapat dibagikan atau diceritakan kepada rekan, pihak sekolah bahkan perguruan tinggi di Indonesia," ucap Nizam dalam webinar yang diadakan Senin (27/9).

Nizam juga berharap agar mahasiswa Indonesia di luar negeri, selain menjadi pelajar, juga dapat menjadi duta bangsa yang memberikan kontribusi bagi negara.

Di antaranya dengan menceritakan potensi, keunikan, keberagaman budaya, keindahan pariwisata, dan kekayaan cita rasa makanan di Indonesia sehingga dapat menarik minat masyarakat UK untuk datang tidak hanya ke Singapura atau ke Malaysia, melainkan juga ke Indonesia.

"Ketika nanti mahasiswa kembali ke tanah air dengan membawa ijazah, kami pihak Dikti dengan sikap SIGAP melayani, dengan berbagai sistem layanan yang sudah berbasis online akan berusaha mempercepat segala proses agar lebih efisien dan transparan," tegas Nizam.

Nizam juga membagikan informasi mengenai berbagai transformasi yang sedang berjalan di Indonesia khususnya di dunia pendidikan melalui program Kampus Merdeka.

Adapun program ini dianggap lebih dulu dijalankan dibandingkan di negara-negara lain yang baru diterapkan di beberapa perguruan tinggi papan atas saja, seperti Harvard dan Stanford.

Dalam program ini mahasiswa diberikan waktu sampai tiga semester untuk memiliki pengetahuan dan pengalaman di luar bidangnya dengan learning output yang lebih kompetitif dan adaptif terhadap revolusi industri 4.0.

Terdapat sekitar 80 ribu mahasiswa yang sedang mengikuti berbagai program Kampus Merdeka yang diselenggarakan secara nasional, dan sekitar ratusan ribu mahasiswa yang sedang mengikuti program magang Kampus Merdeka yang juga diselenggarakan oleh masing-masing perguruan tinggi.

Program Magang Merdeka tersebut tidak hanya berkolaborasi dengan sesama perguruan tinggi tetapi juga dengan berbagai perusahan dan organisasi internasional, seperti Huawei dan PBB untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat melakukan pembelajaran intensif demi penguatan kompetensi baik hard skills maupun soft skills.

"Termasuk juga pertukaran mahasiswa internasional di semester ini sudah terhitung sebanyak 1.000 mahasiswa berhasil melakukan pertukaran di 71 perguruan tinggi di seluruh dunia, terutama di Eropa, US, Jepang, Australia, dan lain sebagainya," tambah Nizam.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Paristiyanti Nurwardani menambahkan, pelayanan untuk penyetaraan ijazah luar negeri secara online yang sejauh ini sudah menyentuh angka 200-500 ijazah yang sedang diproses penyetaraannya setiap bulan.

"Kami memastikan para mahasiswa dapat dengan mudah mengakses dan mendaftarkan pengajuan penyetaraan ijazah melalui aplikasi yang sudah dibuat. Kami Ditjen Dikti ingin membuktikan bahwa kami SIGAP dalam melayani," tegas Paris.

Paris pun berharap melalui webinar internasional ini, mahasiswa di luar negeri dapat lebih familiar dengan sistem yang dibangun oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk proses penyetaraan ijazah luar negeri.

Satria Akbar Saputra selaku Subkoordinator Layanan Ijazah Luar Negeri Ditjen Diktiristek menerangkan, alur pengajuan penyetaraan ijazah luar negeri terdiri dari enam tahapan yaitu:

1). Pengusul membuat akun di laman ijazahln.kemendikbud.co.id kemudian mendaftar dengan mengisi sejumlah formulir;

2). Proses konversi IPK dan melengkapi dokumen yang harus dilampirkan;

3). Proses verifikasi oleh operator tim Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan terkait dokumen yang telah diunggah;

4). Tahap penilaian terhadap substansi oleh tim;

5).Penandatanganan SK oleh direktur dengan fitur e-sign;

6). SK akan dikirim ke email masing-masing pengunggah.

TAGS : Ditjen Diktiristek Kemdikbudristek Penyetaraan Ijazah Luar Negeri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :