Minggu, 17/10/2021 23:33 WIB

Membidani Lahirnya Sineas Muda Lewat Ajang FESMoC 2021

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menyampaikan apresiasi kepada SMAN 48 Jakarta selaku penyelenggara acara. Ia mengaku terkesan atas pengorganisasian kegiatan ini karena tidak mudah membuat kompetisi festival film.

Anugerah FESMoC 2021 (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek mendukung lahirnya sineas muda dari kalangan SMA, SMK, dan MA melalui ajang Forty-Eight Short Movie Competition (FESMoC) tahun 2021 yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 48 Jakarta. Kegiatan tersebut tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menyampaikan apresiasi kepada SMAN 48 Jakarta selaku penyelenggara acara. Ia mengaku terkesan atas pengorganisasian kegiatan ini karena tidak mudah membuat kompetisi festival film.

"Melihat jumlah karya yang masuk dan kualitasnya, saya bangga dapat menjadi bagian dari acara ini," ujar Hilmar di sela-sela pemberian penghargaan dan apresiasi kepada juara kompetisi lomba film pendek yang bertajuk `Budaya Lokal Tempat Tinggal Kita`, pada Minggu (26/9).

FESMoC dimulai sejak Mei 2021. Lomba ini diikuti oleh 56 peserta dan berhasil mengumpulkan sebanyak 39 karya poster dan film pendek. Terdapat empat kategori pemenang.

Untuk kategori film pendek, juara pertama dimenangkan oleh SMAN 48 Jakarta melalui karya bertajuk `Ondel Oh Ndel`. Juara kedua diraih oleh SMAI Nurul Fikri Lembang melalui karya bertajuk `Roti Buaya`. Juara ketiga diraih oleh SMKN 3 Wonosari dengan karya bertajuk `Sanggar (GESANG Manunggaling)`.

Kategori poster terbaik diraih oleh SMKN 2 Buduran lewat karya bertajuk `Kulup`. Dan kategori film favorit diraih oleh SMK 1 Pancasila Ambulu lewat karya bertajuk `Dakon`.

Terakhir, pemenang kategori Special Jury Mention diraih oleh SMAN 1 Terbanggi Besar lewat karya bertajuk `Cara Baru`. Seluruh pemenang mendapatkan piala serta uang pembinaan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengutarakan pentingnya mewujudkan konsep Merdeka Belajar dalam aksi nyata. "Bukan banyak konsep tekannya, melainkan wujud nyata pada pendampingan anak-anak. Salah satunya SMAN 48 bisa menyelenggarakan kompetisi ini untuk seluruh Indonesia dan ini bukan hal mudah," kata Nahdiana.

Sementara itu Ketua Panitia FESMoC 2021, Aninditaputri Daniswara menyampaikan bahwa kondisi pandemi tidak menjadi halangan bagi generasi muda dalam berpikir kritis dan kreatif.

"Kami terus bertumbuh menjadi generasi emas yang produktif, berkarya dan kreatif selaras dengan program Mas Nadiem yaitu Merdeka Belajar. Dalam proses Road to FESMoC yaitu seminar dengan tema `Mencetak Sineas Muda Melalui Produksi Film Pendek` yang diadakan di Museum Penerangan TMII kami menyadari bahwa kamera dan film adalah satu kesatuan yang utuh, dari ide dasar itulah kami merancang desain piala FESMoC 2021," tutup Anindita.

TAGS : FESMoC 2021 Kemdikbudristek Ditjen Kebudayaan Hilmar Farid




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :