Minggu, 17/10/2021 23:58 WIB

Presiden Korsel Serukan Pernyataan Akhir Perang Korea, Korut: Terlalu Dini

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Selasa mengulangi seruan untuk mengakhiri Perang Korea secara resmi dalam pidatonya di Majelis Umum PBB dan mengusulkan agar kedua Korea dengan AS.

Bendera Korea Utara (Foto: AFP)

Seoul, Jurnas.com - Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Thae Song mengatakan, seruan Korea Selatan untuk menyatakan berakhirnya Perang Korea secara resmi terlalu dini karena tidak ada jaminan akan mengarah pada penarikan kebijakan bermusuhan Amerika Serikat (AS) terhadap Pyongyang.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Selasa mengulangi seruan untuk mengakhiri Perang Korea secara resmi dalam pidatonya di Majelis Umum PBB dan mengusulkan agar kedua Korea dengan AS, atau dengan AS dan China, membuat pernyaan seperti itu.

Kedua Korea secara teknis masih berperang setelah konflik mereka tahun 1950 hingga 1953 berakhir dengan gencatan senjata daripada perjanjian damai.

"Tidak ada yang akan berubah selama keadaan politik di sekitar DPRK tetap tidak berubah dan kebijakan permusuhan AS tidak diubah, meskipun penghentian perang dinyatakan ratusan kali," kata Ri mengutip Reuters dari KCNA Jumat (24/9),  menggunakan nama resmi Korea Utara.

"Penarikan AS dari standar ganda dan kebijakan bermusuhan adalah prioritas utama dalam menstabilkan situasi semenanjung Korea dan memastikan perdamaian di atasnya," sambungnya.

Pada Selasa, Presiden AS, Joe Biden berpidato di hadapan majelis PBB dan mengatakan, Paman Sam menginginkan "diplomasi berkelanjutan" untuk menyelesaikan krisis seputar program nuklir dan rudal balistik Korea Utara.

Korea Utara telah menolak tawaran AS untuk terlibat dalam dialog dan kepala pengawas atom PBB mengatakan minggu ini bahwa program nuklir Pyongyang akan berjalan penuh.

Uji coba rudal balistik Korea Utara dan Korea Selatan pekan lalu, tembakan terakhir dalam perlombaan senjata di mana kedua negara telah mengembangkan senjata yang semakin canggih di tengah upaya sia-sia untuk memulai pembicaraan guna meredakan ketegangan. ()

TAGS : Korea Utara Korea Selatan Perang Korea




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :