Minggu, 17/10/2021 23:37 WIB

Taiwan Kecam China atas Ancaman Pakta Perdagangan Pasifik

Dalam sebuah pernyataan Kamis (24/9 )malam, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan China tidak punya hak untuk berbicara tentang tawaran Taiwan.

Pemerintahan Biden mengatakan komitmennya ke Taiwan kokoh.

Taipei, Jurnas.com - Taiwan mengatakan, China adalah penjahat berat yang bermaksud menggertak Taiwan dan tidak memiliki hak untuk menentang atau mengomentari tawarannya untuk bergabung dengan pakta perdagangan pan-Pasifik.

Taiwan yang diklaim China mengatakan pada Rabu (22/9) bahwa pihaknya telah secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), kurang dari seminggu setelah China mengajukan permohonannya.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pihaknya menentang Taiwan memasuki perjanjian atau organisasi resmi. Pada Kamis (23/9) Taiwan mengatakan China mengirim 24 pesawat militer ke zona pertahanan udara pulau itu, bagian dari apa yang dikatakan Taipei sebagai pola pelecehan yang hampir setiap hari.

Dalam sebuah pernyataan Kamis (24/9 )malam, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan China tidak punya hak untuk berbicara tentang tawaran Taiwan.

"Pemerintah China hanya ingin menggertak Taiwan di komunitas internasional, dan merupakan penjahat utama dalam peningkatan permusuhan di Selat Taiwan," katanya, dikutip dari Reuters, Jumat (24/9).

China bukan anggota CPTPP dan sistem perdagangannya secara luas dipertanyakan secara global karena tidak memenuhi standar tinggi blok tersebut, tambah kementerian itu.

China mengirim angkatan udaranya untuk mengancam Taiwan tak lama setelah pengumuman kesepakatan tersebut. "Pola perilaku ini hanya bisa datang dari China," katanya.

Dalam sebuah pernyataan yang juga dikeluarkan pada Kamis malam, Kantor Urusan Taiwan China mengatakan masuknya China ke dalam CPTPP akan menguntungkan pemulihan ekonomi global pascapandemi.

China menentang Taiwan menggunakan perdagangan untuk mendorong "ruang internasional" atau terlibat dalam kegiatan kemerdekaan, tambahnya.

"Kami berharap negara-negara terkait menangani hal-hal terkait Taiwan dengan tepat dan tidak memberikan kemudahan atau menyediakan platform untuk kegiatan kemerdekaan Taiwan," katanya.

Perjanjian 12-anggota asli, yang dikenal sebagai Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), dipandang sebagai penyeimbang ekonomi yang penting bagi pengaruh China yang semakin besar.

Tetapi TPP terlempar ke limbo pada awal 2017 ketika Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu Donald Trump menarik AS.

Pengelompokan, yang berganti nama menjadi CPTPP, menghubungkan Kanada, Australia, Brunei, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura dan Vietnam.

TAGS : Taiwan China Perang Dingin




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :