Senin, 18/10/2021 00:06 WIB

Pengiriman bahan bakar Iran Dinilai Melanggar Kedaulatan Lebanon

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan pengiriman bahan bakar Iran yang diimpor oleh gerakan Hizbullah merupakan pelanggaran kedaulatan Lebanon.

Perdana Menteri Najib Mikatin Beirut, Lebanon pada 02 Agustus 2021 [PRESIDEN LEBANE/Anadolu Agency]

Jakarta, Jurnas.com - Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan pengiriman bahan bakar Iran yang diimpor oleh gerakan Hizbullah merupakan pelanggaran kedaulatan Lebanon.

"Pelanggaran kedaulatan Lebanon membuat saya sedih," kata Mikati kepada CNN dalam sebuah wawancara, kata kantornya dalam sebuah posting di Twitter dilansir Middleeast, Senin (20/09)

"Tetapi saya tidak khawatir bahwa sanksi dapat dikenakan pada Lebanon karena operasi itu dilakukan tanpa keterlibatan pemerintah Lebanon.

Kelompok yang bersekutu dengan Teheran pada hari Kamis mulai membawa truk tanker yang membawa bahan bakar dari Iran, sebuah langkah yang dikatakannya akan meredakan krisis energi yang melumpuhkan di Lebanon. 

Sebuah kapal tanker membawa bahan bakar ke Suriah dan dari sana menyeberang ke Lebanon. Baik Suriah dan Iran berada di bawah sanksi AS.

Lebanon LBCI mengatakan bahwa sekelompok kapal tanker baru yang membawa bahan bakar Iran memasuki Lebanon melalui daerah Hermel.

Hermel berada di ujung utara Lembah Bekaa, sebuah daerah yang sebagian besar dihuni oleh Muslim Syiah yang mendapat dukungan dari Hizbullah.

TAGS : Pemerintah Lebanon Bahan Bakar Wilayah Iran




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :