Sabtu, 16/10/2021 16:56 WIB

Minimalisir Karhutla, Pemerintah Luncurkan Aplikasi `ASAP`

Aplikasi ASAP ini merupakan sebuah terobosan yang sangat maju yang dikembangkan oleh Kapolri untuk mempermudah dan menyatukan situasi, serta dapat meminimalkan terjadinya kebakaran hutan.

Peluncuran (launching) Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian Karhutla atau yang dikenal dengan ASAP Digital Nasional. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi peluncuran (launching) Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian Karhutla atau yang dikenal dengan ASAP Digital Nasional. 

Peluncuran dilakukan oleh Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) bersama beberapa menteri, seperti Mendagri, Menteri KLHK, beserta Panglima TNI, perwakilan dari Kemenko Polhukam, dan Kepala Badan Restorasi Gambut. Peluncuran ini juga dihadiri oleh para Gubernur serta Kapolda melalui sambungan virtual, pada (16/9/2021).

Mendagri mengatakan, aplikasi ini merupakan terobosan besar untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Terlebih, setiap tahunnya ada beberapa titik api yang muncul di beberapa daerah di Indonesia. 

Aplikasi ASAP ini merupakan sebuah terobosan yang sangat maju yang dikembangkan oleh Kapolri untuk mempermudah dan menyatukan situasi, serta dapat meminimalkan terjadinya kebakaran hutan," kata Mendagri.

Pada saat berdialog dengan Kapolsek Wilayah Jambi, Mendagri menuturkan, Indonesia pernah mengalami dua kali kebakaran hutan yang hebat, yakni pada 2015 dan 2019 saat dirinya masih sebagai Kapolri. “Kami mengerti betul usaha baik anggota Polri, TNI, masyarakat yang turut serta membantu mencari titik api serta melihat api, berjuang,” kenang Mendagri.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, peluncuran aplikasi ini merupakan tindak lanjut dari program Kapolri yang ditujukan kepada Presiden RI. Aplikasi ini, kata dia, dapat memonitoring secara langsung dari aplikasi yang sudah disepakati sebelumnya melalui MoU dengan beberapa lembaga negara. 

Salah satu isi kesepakatan itu, yakni pemasangan 20 titik CCTV di beberapa lokasi wilayah Indonesia. Pada tahap pertama, ada 10 Polda yang telah memasang CCTV ini. Selanjutnya, pada tahap kedua, jumlah titik pemasangan ini bakal ditambah.

“ASAP Digital Nasional merupakan penyempurnaan aplikasi yang sudah dilakukan sebelumnya di beberapa wilayah, yang nantinya diharapkan dapat bekerja dengan cepat. Selain terhadap Karhutla, Asap Digital juga memonitoring terkait bencana alam, perlindungan terhadap hewan langka, serta penambangan ilegal. Saat ini sudah terpasang 28 titik cctv di 10 Polda yang akan ditambah 40 titik CCTV,” jelas Kapolri.

Perlu diketahui, aplikasi ini memiliki beberapa fitur, di antaranya memiliki CCTV yang mampu memperbesar tangkapan gambar hingga 40x zoom. Selain itu, aplikasi ini juga mampu memantau hotspot (titik panas), titik sumur bor aktif, lalu lokasi hutan tanam industri, prakiraan cuaca, hingga mampu memantau kondisi udara. 

Kapolri berharap, keberadaan aplikasi ini dapat digunakan dan dimaksimalkan oleh para anggota untuk melihat serta menyatukan titik api.

TAGS : Kementerian Dalam Negeri Aplikasi Asap Kapolri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :