Selasa, 26/10/2021 10:25 WIB

Taliban Berterima Kasih kepada Dunia atas Bantuan untuk Afghanistan

Sejak Afghanistan diambilalih Taliban, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional menghentikan akses pendanaan ke Afghanistan. Amerika Serikat (AS) juga membekukan uang tunai untuk Afghanistan.

Seorang anggota pasukan Taliban duduk di atas kendaraan lapis baja di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021. (Foto: Reuters/Stringer)

Kabul, Jurnas.com  - Menteri Luar Negeri Amir Khan Muttaqi mengatakan, Taliban berterima kasih kepada dunia karena menjanjikan ratusan juta dolar dalam bantuan darurat ke Afghanistan.

Dikutip dari AFP, Muttaqi mengatakan pada konferensi pers bahwa Taliban akan membelanjakan uang donor tersebut dengan bijak dan menggunakannya untuk mengentaskan kemiskinan.

"Kami berterima kasih dan menyambut janji dunia untuk bantuan sekitar satu miliar dolar dan meminta mereka untuk melanjutkan bantuan mereka ke Afghanistan," kata Muttaqi.

"Imarah Islam akan mencoba yang terbaik untuk memberikan bantuan ini kepada orang-orang yang membutuhkan dengan cara yang benar-benar transparan," sambungnya.

Konferensi donor di Jenewa pada Senin (13/9) berakhir dengan janji bantuan US$1,2 miliar untuk Afghanistan, yang diambil alih oleh kelompok garis keras bulan lalu dalam serangan kilat.

Sejak Afghanistan diambilalih Taliban, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional menghentikan akses pendanaan ke Afghanistan. Amerika Serikat (AS) juga membekukan uang tunai untuk Afghanistan.

Afghanistan, yang sudah sangat bergantung pada bantuan, menghadapi krisis ekonomi, dengan otoritas baru tidak mampu membayar gaji dan harga pangan melonjak.

Muttaq juga meminta Washington untuk menunjukkan penghargaan kepada Taliban yang mengizinkan militer AS menyelesaikan penarikan pasukannya dan evakuasi lebih dari 120.000 orang bulan lalu. "Amerika adalah negara besar - mereka harus memiliki hati yang besar," katanya.

Muttaqi mengatakan Afghanistan, yang juga menghadapi kekeringan, telah menerima bantuan dari negara-negara seperti Pakistan, Qatar dan Uzbekistan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Dia mengatakan telah mengadakan diskusi dengan duta besar China tentang vaksin COVID-19. Beijing Disebut menjanjikan US$15 juta untuk negara yang  secara resmi bernama Keamiran Islam Afganistan.

TAGS : Taliban Krisis Ekonomi Bantuan untuk Afghanistan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :