Minggu, 24/10/2021 03:10 WIB

Wamendag: Crypto Harus Diatur dan Terlembaga

Dalam hal menciptakan produk perdagangan digital, Jerry mencontohkan perihal crypto yang di Indonesia ditempatkan sebagai asset digital. Menurut wamendag, konsep crypto dan blockchain akan memberikan pengaruh luas dan intensif dalam berbagai sector, bahkan dalam konteks ekonomi makro.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan bahwa teknologi menjadi pendorong transformasi perdagangan saat ini.

Pengaruh teknologi setidaknya ada tiga: menciptakan produk-produk perdagangan digital baru, menciptakan mekanisme perdagangan baru dan ketiga memberikan fasilitasi atas pola mekanisme perdagangan lama.

Hal ini dikatakan Jerry dalam webinar mengenai pengaruh teknologi dalam perdagangan yang diadakan baru-baru ini secara virtual.

Dalam hal menciptakan produk perdagangan digital, Jerry mencontohkan perihal crypto yang di Indonesia ditempatkan sebagai asset digital. Menurut wamendag, konsep crypto dan blockchain akan memberikan pengaruh luas dan intensif dalam berbagai sector, bahkan dalam konteks ekonomi makro.

Pasalnya crypto akan mengubah pola-pola pengaturan ekonomi perdagangan lama dari berbasis otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas. Oleh karena itu, pemerintah merasa perlu untuk memberikan perhatian lebih pada crypto sehingga otoritas dan ketahanan ekonomi negara bias terjamin.

"Prinsipnya crypto harus teratur dan terlembaga dan harus di bawah pengaturan negara. Jadi dinamika dan dampaknya bias dikelola dengan baik," kata Jerry.

Pengaruh teknologi kedua menurut Wamendag adalah dalam membentuk mekanisme perdagangan baru. Contoh sederhananya adalah perdagangan online melalui berbagai platform. Dengan teknologi informasi, perdagangan bias dilakukan tanpa harus ada pertemuan pembeli dan penjual dalam suatu tempat. Ini berdampak pada proses transaksi, pergudangan dan logistic serta pengiriman.

Dalam masa pandemi, hal ini sangat berguna karena dianggap sebagai solusi keterbatasan interaksi yang harus dilakukan pada saat harus melakukan aktivitas ekonomi dan perdagangan.

Menurut data, perdagangan secara online meningkat pesat sepanjang pandemic covid-19. Menurut kajian penelitian yang dilakukan oleh United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), pada tahun 2020 perdagangan online sudah mencapai seperlima dari perdagangan retail di dunia. Ke depan, perdagangan online akan terus meningkat dan membentuk budaya baru dalam transaksi dan proses konsumsi masyarakat.

Ketiga, teknologi juga memberikan pengaruh dalam perdagangan dalam hal memberikan fasilitasi pola-pola interaksi dan transaksi yang dilakukan oleh perdagangan lama. Ini misalnya terjadi dalam hal pembayaran yang bisa dilakukan secara digital. Demikian pula dengan proses pengiriman dan pergudangan, sudah mulai difasilitasi pengaturan dan monitoringnya dengan teknologi informasi.

Indonesia menurut Wamendag harus mengoptimalkan manfaat teknologi pada ketiga segmen tersebut. Ini penting agar perdagangan Indonesia bisa berlangsung secara efesien dan berdaya saing serta menciptakan peluang-peluang baru.

"Jadi kita harus memaksimalkan dalam menciptakan produk digital baru maupun dalam hal mengoptimalkan pola perdagangan lama dengan teknologi. Dengan demikian sector perdagangan akan memberikan kontribusi dalam menciptakan ekonomi yang berdaya saing dan makin optimal manfaatnya bagi masyarakat," tambah Jerry.

Wamendag sendiri mengaku bangga dengan kreatiftas generasi muda yang punya peran penting dalam proses transformasi produksi dan perdagangan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Untuk itu, Jerry akan terus bekerja untuk memfasilitasi kreatifitas generasi muda itu dengan menjalin sinergi dengan kementerian lain maupun dengan seluruh stake holders.

TAGS : Wakil Menteri Perdagangan Wamendag Perdagangan Digital Cryptocurrency




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :