Selasa, 19/10/2021 09:55 WIB

Kementan Salurkan Bantuan Senilai Rp 19,43 Miliar di Kabupaten Merauke

Bantuan pertanian yang disalurkan Kementan untuk Kabupaten Merauke yakni bantuan benih padi hibrida sawah, padi biofortifikasi, kedelai dan benih jagung serta bantuan benih bawang merah, cabai rawait, dan benih sawi hijau.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpor saat memberikan arahan usai menyaksikan panen padi di Disktrik Tanah Miring, Merauke, Jumat (3/9).

Merauke, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyalurkan bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk sektor pertanian 2021 dengan senilai Rp 19,43 miliar di selah panen raya padi yang di Kabupaten Merauke.

Bantuan pertanian yang disalurkan Kementan untuk Kabupaten Merauke yakni bantuan benih padi hibrida sawah, padi biofortifikasi, kedelai dan benih jagung serta bantuan benih bawang merah, cabai rawait, dan benih sawi hijau.

Bantuan lainnya yakni bibit durian, kelengkeng, tiga unit bangunan pengolahan hortikultura, alat mesin pertanian, 60 ekor sapi, 120 ekor kambing, dan bantuan 4.500 ekor ayam.

Pada kesempatan yang sama, Syahrul meminta masayarakat Merauke melakukan diversifikasi komoditas tanaman hortikultura maupun perkebunan guna membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Jadi nanti petani bisa panen jagung, bisa panen pisang. Jika misalnya dalam setiap 1000 hektare padi misalnya kita tumpang sari kan dengan kelapa, ujungnya kan bisa menjadi pabrik sabuk, tempurung, vco, nata de coco. Jadi dalam satu hamparan kita konsentrasikan dan rencanakan bersama," kata Syahrul saat memberikan arahan usai menyaksikan panen padi di Disktrik Tanah Miring, Merauke, Jumat (3/9).

Terkait dengan pupuk subsidi, Syahrul mengatakan, kemampuan pemerintah untuk menyediakan pupuk bersubsidi hanya mencapai 9 juta ton dari total permintaan  24 juta ton dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Jadi memang jauh sekali dari 24 juta ke 9 juta ton. Tetapi hari ini kalau 13 ribu ton saja yang masuk ke Merauke, tambahi lagi lah Pak Dirjen PSP, jangan buat malu saya dan bapak Bupati," tuturnya.

"Jadi apa yang diminta Pak Bupati hari ini, saya berikan. Kita bangun RMU modern dan kita tambah alokasi pupuk untuk Merauke. Saya sangat bangga dengan semangat Pak Bupati, kita bisa sama-sama memajukan pertanian di Papua ini," sambungnya.

Perlu diketahui, pertanian adalah salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi positif pada perekonomian nasional di tengah kondisi pandemi wabah Covid 19.

Sesuai data BPS, PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q) bahkan ekspor pertanian Indonesia telah mencapai Rp 451,8 triliun di sepanjang 2020 atau naik 15,79 persen dari periode sebelumnya yaitu Rp 390,16 triliun.

"Disaat pandemi, tidak ada yang bisa jalan selain pertanian karena semua orang butuh makan. Oleh karena itu upaya kita harus terus jalan dan kita tingkatkan apa yang sudah ada," ujar Syahrul.

"Seperti kondisi disini kita akan mewujudkan keinginan Bupati untuk membangun RMU modern yang menghasilkan beras kualitas premium dengan memanfaatkan pangsa pasar ekspor negeri tetangga," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka  mengapresiasi dukungan Menteri Pertanian untuk membangun RMU modern berkapasitas besar dan menambah alokasi pupuk bersubsidi guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

"Lahan pertanian di Marauke sudah sangat bagus dari sarana dan prasarana. Namun Pak Mentan, kami meminta 2 kebutuhan mendasar saat ini untuk petani Merauke penambahan kuota pupuk bersubsidi dan RMU Modern," tutur Romanus.

TAGS : Bantaun Kementan Kabupaten Merauke




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :