Jum'at, 16/07/2021 17:10 WIB
Berlin, Jurnas.com - Bencana banjir bandang di kawasan Jerman barat kian mengkhawatirkan pasca jebolnya bendungan. Hingga Jumat (16/7), korban tewas menembus angka 80 jiwa.
Dikutip dari Reuters, masyarakat terpaksa menghuni reruntuhan rumah setelah sungai yang meluap menyapu kota-kota dan desa-desa di negara bagian North Rhine-Westphalia dan Rhineland-Palatinate.
"Penderitaan terus meningkat," kata Perdana Menteri Rhineland-Palatinate Malu Dreyer. Dia menambahkan bahwa lebih dari 50 orang tewas akibat banjir di negara bagiannya saja.
Dia mengungkapkan, infrastruktur hancur total, dan pembangunan kembali akan menghabiskan banyak waktu dan uang.
Studi Ungkap Batas Suhu Padi, Indonesia Hadapi Ancaman Penurunan Produksi
Jerman Suntik Dana Tambahan Rp404 Miliar untuk Krisis Sudan
Gelombang Panas Ekstrem, Prediksi Cuaca Akurat Bisa Selamatkan Ribuan Nyawa
Di negara tetangga Rhine-Westphalia Utara, sekitar 1.300 orang hilang di distrik Ahrweiler di selatan Cologne.
Jaringan telepon seluler mati total di beberapa daerah yang dilanda banjir, yang menyebabkan keluarga korban tidak dapat melacak orang yang mereka cintai.
Korban tewas dalam banjir kali ini merupakan yang tertinggi sejak bencana 1962 yang menewaskan sekitar 340 orang. Kecelakaan kereta ICE berkecepatan tinggi pada tahun 1998 menewaskan 101 orang.
Banjir di sungai Elbe pada tahun 2002, yang pada saat itu disebut oleh media sebagai banjir sekali dalam satu abad, menewaskan 21 orang di Jerman timur dan lebih dari 100 di seluruh wilayah Eropa tengah yang lebih luas.
Keyword : Bencana Alam Banjir Jerman Perubahan Iklim