Selasa, 25/05/2021 15:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - PDI Perjuangan mempersilakan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo untuk angkat kaki ke partai lain.
Hal itu sebagaimana diutarakan Ketua Bappilu PDIP, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/5).
Dia menekankan, PDIP tak pernah memaksakan Ganjar Pranowo untuk bertahan. PDIP tetap menyerahkan keputusan itu ke Ganjar Pranowo.
“Ya monggo kalau orangnya mau,” terang Bambang Pacul yang Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
Dia mencontohkan, salah seorang kader militan PDIP, Rustriningsih yang kemudian pindah ke partai lain. Padahal, yang bersangkutan merupakan salah seorang kader “kesayangan” Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“Begini, bahwa Bu Sri itu kader PDI Perjuangan, itu srikandine Ibu Megawati Soekarnoputri. Ibu statement di Jateng, iki Srikandiku. Tapi ketika itu kemudian Bu Sri pindah dengan pesonanya, Ibu marah tidak? Saya tidak tahu perasaan Ibu, tetapi ada tidak ibuk berstatement marah? Tidak ada,” tegas Bambang Pacul.
Soal apakah PDIP tetap akan mempersilakan Ganjar Pranowo maju di Pilpres 2024, Bambang Pacul masih enggan mengelaborasi lebih lanjut.
“Nah ini kalau aku menegaskan bahwa Ganjar itu kemudian di rapat partai, wah itu nanti aku salah. Yang berhak statement kaya gitu iku Bu Megawati selaku ketua umum. Karena kewenangan wilayah presiden itu Ibu Megawati,” demikian Sekretaris Fraksi PDIP di DPR RI ini.