Selasa, 25/05/2021 13:18 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau pelaksanaan vaksinasi tahap II terhadap lansia dan pekerja pariwisata, yang difasilitasi Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BSK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Didukung Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI), Motor Besar Indonesia (MBI), Hotel Sultan, Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, serta Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Vaksinasi tahap II akan menyasar sekitar 2.625 lansia dan pekerja pariwisata, yang telah menerima vaksinasi tahap I. Kegiatan ini merupakan wujud gotong royong organisasi kemasyarakatan dalam membantu pemerintah mempercepat vaksinasi terhadap warga.
"Sekaligus mengurangi beban kerja dan anggaran pemerintah, karena dari mulai tempat, tenaga medis, jarum suntik, dan hal teknis lainnya, ditangani secara langsung oleh GERAK BS dengan dukungan berbagai pihak," ujar Bamsoet usai meninjau pelaksanaan vaksinasi, di Garden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (25/5/21).
Ibas: Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Jadi Pembelajaran Membentuk Karakter
HNW Apresiasi Pemerintah Tak Bebankan Kenaikan Biaya ke Calon Jamaah Haji
Ibas: Jangan Pernah Merasa Kecil, Mahasiswa KIP-K Jadi Inovator
Bamsoet memaparkan, data Satgas Covid-19 mencatat, per 24 Mei 2021 Indonesia telah melakukan vaksinasi tahap I terhadap 14.919.589 warga. Sementara vaksinasi tahap II sudah dilakukan terhadap 9.896.982 warga. Untuk mencapai herd immunity, vaksinasi harus dilakukan minimal terhadap 181.554.465 warga
"Kementerian Kesehatan mencatat, pelaksanaan vaksinasi untuk lansia per 23 Mei 2021 baru mencapai 14,08 persen atau sekitar 3.033.921 orang dari target 21.553.118 orang. Sementara penerima vaksin dosis kedua baru mencapai 2.030.889 atau 9,42 persen. Butuh dukungan dan kerja keras dari berbagai elemen bangsa, agar pelaksanaan vaksinasi untuk lansia, yang merupakan kalangan paling rentan terkena dampak buruk Covid-19, bisa segera cepat terselesaikan," papar Bamsoet.
Bamsoet menjelaskan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan dalam setahun bisa melakukan vaksinasi terhadap 70 persen pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf), atau sekitar 23,8 juta dari 34 juta pelaku pelaku Parekraf. Sejauh ini, jumlah pekerja parekraf yang sudah mendapatkan vaksinasi masih dikisaran 3 persen.
"Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat pada tahun 2020, sekitar 1 juta pekerja di sektor pariwisata menganggur akibat pandemi covid-19. Angka tersebut berasal dari jumlah tenaga kerja sektor pariwisata yang susut 6,67 persen dari Rp14,96 juta pekerja pada 2019 menjadi 13,96 juta pekerja pada tahun 2020. Melalui gencarnya vaksinasi, diharapkan sektor pariwisata bisa mulai pulih pada kuartal ketiga 2021," pungkas Bamsoet.