Jokowi: Tahun Depan Minimal 5 Juta Sertifikat

Rabu, 19/10/2016 01:39 WIB

Manado | Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil untuk mempercepat sertifikasi tanah minimal 5 juta sertifikat pada tahun 2017.

Jokowi mengungkapkan bahwa program nasional sertifikat tanah ini sudah berjalan 35 tahun namun baru mencapai 46 persen dari total bidang tanah di seluruh Indonesia.

"Separuhnya saja belum sampai, maka saya targetkan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang tahun depan minimal 5 juta sertifikat dikeluarkan, tahun depannya 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta, sehingga 2025 seluruh Indonesia sudah pegang sertifikat," kata Presiden dalam acara penyerahan 1.051 sertifikat di Kantor Bupati Minahasa Utara, Selasa (18/10).

Karena itu, Presiden meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menyelesaikan target seluruh bidang tanah di Indonesia bersertifikat pada 2024.

"Semuanya harus bareng-bareng, bersinergi gubernur, bupati, pemerintah pusat agar (program) ini cepat selesai," kata Presiden.

Jokowi juga mengingatkan Gubernur Sulawesi Selatan dn seluruh bupati/walikota di Sulut mempercepat pelaksanaan program nasional sertifikat tanah ini.

"Di Sulawesi Utara baru 24 persen yang bersertifikat, yang 76 persen diselesaikan, harus ngebut," kata Presiden.

Presiden mengakui bahwa lambatnya penyelesaian program sertifikat tanah nasional ini terkendala kekurangan juru ukur dan juru data.

"Kalau dari PNS tidak cukup, ngak apa-apa diambil dari luar diberi kompetesi karena juru ukurnya kurang 10 ribu orang. Kalau tidak dipenuhi dari luar kapanpun urusan sertifikat tanah tidak akan selesai-selesai," kata Jokowi.

Presiden berharap tambahan tenaga juru ukur dan juru data ini sudah mendapatkan tambahan sehingga pengukuran sebagai syarat sertifikat tanah dapat segera diselesaikan dan waktunya tidak terlalu lama.

 

TERKINI
Deretan Peristiwa Besar Islam di Bulan Zulkaidah Menteri PPPA Mohon Maaf Usul Gerbong Perempuan Dipindah Pascalaka Kereta Tolak Biaya Tambahan, Uni Eropa Serukan Akses Bebas di Selat Hormuz Bulan Zulkaidah Disebut Bulan Apit di Jawa, Begini Asal Usul dan Maknanya