Minggu, 20/12/2020 11:29 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Seorang polisi terluka akibat sabetan senjata tajam jenis samurai saat membubarkan pengunjuk rasa aksi 1812 di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat sore (18/12/2020).
Peristiwa itu terjadi saat petugas sedang membubarkan massa yang awalnya berkumpul di Monumen Patung Kuda.
Polisi kemudian bergerak mendorong massa untuk membubarkan diri, namun saat berada di depan Balai Kota DKI mendadak ada seorang pengunjuk rasa yang mengeluarkan senjata tajam dan menyerang petugas.
Aksi yang dilakukan demonstran itu dikritik pegiat media sosial, Denny Siregar.
Sempat Tertunda, Film Kupu Kupu Kertas Akhirnya Tayang di Bioskop
Netizen Ramai-ramai Kritik Langkah Penyidik Rossa Purba: Mencoreng Nama Baik KPK!
Diisukan Jadi Ketua DPR, Aktivis 98: Ada yang Sengaja Merusak Nama Dasco
Melalui akun Twitter-nya, Denny yang berseberangan dengan Habib Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam (FPI) itu menyiggung nama Ketua DPP FPI, Munarman.
"Kalo menurut Munarman FPI, itu bukan bacok.." tulis dia, Minggu (20/12).
"Cuman colek dikit doang..." cuitnya lagi.
Demonstrasi yang dilakukan pendukung Rizieq itu menyampaikan tuntutan pembebasan Rizieq Shihab dan pengusutan kasus tewasnya enam laskar FPI.
Polda Metro Jaya sendiri tidak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang diperlukan sebagai izin untuk menggelar unjuk rasa.