Iran Balas Serang Pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait

Sabtu, 06/06/2026 13:33 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer yang disebut sebagai milik musuh di Kuwait dan Bahrain.

Aksi tersebut dilakukan setelah serangan drone Amerika Serikat menghantam beberapa titik di wilayah Iran, sebagaimana dilaporkan Tasnim News pada Sabtu (6/6).

Menurut laporan tersebut, Angkatan Udara IRGC meluncurkan rudal balistik yang diarahkan ke Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait serta fasilitas utama Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

IRGC menyebut serangan itu merupakan respons atas operasi drone Amerika yang menargetkan menara telekomunikasi di Pulau Qeshm dan sebuah menara di Sirik.

Selain itu, IRGC menegaskan bahwa setiap tindakan agresif lanjutan akan mendapat balasan yang lebih besar, termasuk kemungkinan penutupan penuh Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia.

Ancaman tersebut segera memicu gejolak di pasar energi global dan menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi yang lebih luas dalam jangka panjang.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari. Rangkaian serangan dan balasan yang terjadi setelahnya semakin memperburuk situasi keamanan regional.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan ke Israel dengan menyasar negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Teheran juga melakukan langkah yang mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

Meski gencatan senjata telah mulai diterapkan, berbagai upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang lebih menyeluruh masih terus berlangsung. (Anadolu)

TERKINI
Mengenal Sidang Pledoi dalam Hukum Pidana Mengapa 10 Muharram Disebut Lebaran Yatim? Kalahkan Oman, Ranking Timnas Indonesia Naik 4 Peringkat John Herdman Senang Baker Jadi Debutan Termuda Timnas