Turki Tunjuk Dubes Baru untuk Israel

Jum'at, 11/12/2020 06:59 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Turki menunjuk duta besar baru untuk Israel untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, menunjuk seseorang yang bukan diplomat untuk jabatan tersebut.

Dilansir Middleeast, Jumat (11/12), Ufuk Ulutas, ketua Pusat Penelitian Strategis di Kementerian Luar Negeri Turki, telah dipilih untuk jabatan tersebut. Ulutas pembelajaran bahasa Ibrani dan politik Timur Tengah di Universitas Ibrani di Yerusalem.

Pria berusia 40 tahun itu juga bekerja sebagai direktur thinktank Turki, Foundation for Political, Economic and Social Research (SETA).

Turki memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Israel, tetapi hubungan telah berlangsung selama bertahun-tahun sejak pasukan komando Israel menyerang Mavi Marmara yang tercatat di Turki di perairan internasional pada Mei 2010; sembilan bibir Turki di dalam pesawat tewas dan satu lagi meninggal karena luka-luka.

Kapal itu berlayar menuju Jalur Gaza sebagai bagian dari armada Freedom Flotilla untuk mematahkan pengepungan yang dipimpin Israel atas kantong Palestina. Ankara menarik duta besar dari Tel Aviv setelah serangan itu.

Laporan klaim keputusan Ankara untuk menunjuk Utusan adalah langkah untuk meningkatkan hubungan dengan AS saat Presiden terpilih Joe Biden.

Pekan lalu, dikonfirmasikan oleh tiga sumber, yang berbicara tanpa menyebut nama, bahwa kepala Badan Intelijen Turki Hakan Fidan terlibat dalam diskusi rahasia dengan Israel.

Salah satu sumber catatan bahwa upaya Turki untuk meningkatkan hubungan dengan negara pendudukan yang dipicu oleh ketakutan bahwa Biden akan memperlakukan Ankara dengan kasar ketika pemerintahannya mulai berlaku sebahagai akibat dari pemanbelistara Turki-ate Rusan sanbelistara Turki-at-a-rusan.

TERKINI
Baleg DPR Kaji Usulan Dana Otsus Aceh 2,5 Persen dari DAU Alasan Salat Tahiyyatul Masjid Sangat Ditekankan Kawasan Transmigrasi Disiapkan jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Ini Zodiak yang Dikenal Paling Jago Menggoda, Siapakah Dia?