Senin, 07/12/2020 19:55 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan menyayangkan peristiwa penembakan yang menewaskan 6 orang anggota laskar Front Pembela Islam (FPI).
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Habiburokhman mendesak segera dibuat tim investigasi insiden tersebut.
"Kami meminta dibentuk tim investigasi khusus yang independen terkait kasus penembakan di Cikampek. Investigasi khusus ini harus melibatkan Komnas HAM dan tidak ada intervensi dari pihak manapun," katanya dalam keterangan, Senin (7/12).
Habiburokman menegaskan, tim investigasi itu tidak boleh diintervensi dan harus transparan.
Legislator Gerindra: RUU PSDK Penguatan LPSK Jadi Lembaga Negara
NasDem Fokus Konsolidasi, Isu Fusi dengan Gerindra Belum Dibahas
Kritik untuk Pemerintahan Harus Objektif, Bukan Bermotif Politik
"Agar tidak ada penghakiman dini kepada siapapun selama investigasi berjalan, baik kepada kepolisian maupun kepada Habib Rizieq dan FPI serta pengikutya. Kita berharap proses hukum bisa berjalan dengan adil dan transparan," katanya.
Komisi III, lanjutnya, akan memanggil Kapolri untuk meminta penjelasan insiden di Tol Cikampek tersebut.
"Kami akan usulkan (panggil Kapolri). Juga Sebagai anggota Komisi III kami membuka diri atas masukan informasi apapun dari masyarakat terkait kasus ini. Insya Allah kami akan mengawal pengusutan kasus ini agar berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," tandasnya.