Kamis, 26/11/2020 19:20 WIB
Yogyakarta, Jurnas.com - Sembilan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menerima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020 sebagai Badan Publik (BP) Informatif. Adapun sembilan PTN lainnya masuk dalam kategori BP Menuju Informatif.
Sembilan PTN yang termasuk dalam kategori BP Informatif tersebut ialah Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Malang, Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Udayana, dan Universitas Indonesia.
Sementara itu, PTN yang masuk dalam kategori Menuju Informatif yaitu Universitas Negeri Padang, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Sriwijaya, ISBI Bandung, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Bengkulu, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Teknologi Bandung, dan ISI Denpasar.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nizam mengapresiasi PTN yang telah mengimplementasikan keterbukaan informasi publik dan dinilai memenuhi kualifikasi informatif.
Pendaftaran SMMPTN-Barat 2026 Dibuka, Daya Tampung hingga 20 Ribu
NasDem Minta Ambang Batas Parlemen Naik Hingga Daerah di Pemilu 2029
Komisi II Dorong Efisiensi Anggaran Daerah di Tengah Tekanan APBN
Meskipun di tengah dinamika pandemi Covid-19, namun sembilan PTN tersebut tetap menunjukkan kerja keras dan komitmennya dalam memberikan informasi publik dengan cepat dan mudah.
"Apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepatuhan PTN dalam melaksanakan keterbukaan informasi publik. Semoga kian mendorong terwujudnya good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik," kata Nizam pada Kamis (26/11).
Ditambahkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani, momentum ini dapat dimaknai sebagai parameter bagi perguruan tinggi lainnya untuk mempercepat akselerasi implementasi keterbukaan informasi publik.
Pasalnya, penting bagi perguruan tinggi sebagai badan publik untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitasnya melalui keterbukaan informasi publik dalam setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan.
"Diharapkan ini bukan hanya dimaknai sebagai kontestasi saja, tetapi juga komitmen seluruh elemen di perguruan tinggi dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik serta membuka saluran partisipasi bagi masyarakat," ujar Paris.