Buruh Jakarta Tolak Ahok, Ini Alasannya

Senin, 10/10/2016 14:41 WIB

Jakarta - Calon Incumbent Pilkada DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mendapat dukungan dari organisasi buruh di DKI Jakarta. Alih-alih mendukung, para buruh justru membeberkan kinerja Ahok yang tak berpihak pada pekerja.

“Tingkat kesejahteraan kaum pekerja dan buruh yang menjadi warga Jakarta dan bekerja di Jakarta tidak meningkat pada masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),” ujar Sekjen Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu yang juga koordinator Koalisi Pekerja/Buruh Warga Jakarta Tri Sasono.

Tri membeberkan bahwa upah minimum buruh di Jakarta ternyata masih lebih rendah dibanding upah minimum buruh di Kota Bekasi ataupun di Karawang. Padahal soal APBD Jakarta jauh lebih besar dibanding Bekasi ataupun Karawang. Artinya, kekayaan ibu kota Jakarta hanya dinikmati segelintir konglomerat, sedangkan warga Jakarta masih banyak yang melarat.

Saat ini upah buruh di Bekasi sendiri mencapai Rp3,2 juta, sedangkan di Karawang Rp3,3 juta. Kalau di Jakarta sekitar Rp3,1 juta. "Kenapa ini terjadi, ya karena Gubernur tidak bisa mengambil peranan atau kebijakan yang memihak buruh. Malah sebaliknya, banyak penggusuran yang dilakukan tanpa memikirkan solusi yang tepat. Misalnya membuat Rusun namun lokasinya malah jauh dari jangkauan tempat bekerja. Jadi memang Ahok tidak bisa kita dukung," tuntas Tri.

TERKINI
Mengenal Tiga Tokoh Pencetus Piala Dunia, Siapa Saja? Bukan Brasil, Ini Negara Pertama yang Menang Piala Dunia Kilas Balik Lahirnya Piala Dunia: Ini Sejarah dan Fakta Menariknya Mengapa 16 Juni Diperingati Hari Penyu Laut Sedunia? Ini Sejarahnya