Sabtu, 07/11/2020 12:05 WIB
Bima, Jurnas.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar sambangi Pelabuhan Bima di sela kunjungan kerja di Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/11/2020) dan berdialog dengan Kepala Syahbandar dan Operasional Peabuhan (KSOP) Bima Ilyas M Natsir.
Gus Menteri, sapaan akrabnya, menyimak penjelasan dari Ilay soal perkembangan pelaksanaan Tol Laut di Pelabuhan itu.
Ilyas akui jika Pelabuhan Bima layani pengangkutan orang, barang dan distribusi hewan ke sejumlah daerah.
Ilyas berharap nantinya ada penambahan rute Tol Laut hingga ke Timika karena petani bawang itu pasarkan produknya hingga wilayah itu.
Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United
Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions
Dua Assist Lagi, Bruno Fernandes Akan Ukir Sejarah Baru di Premier League
Gus Menteri merespon poitif niatan KSOP Bima untuk penambahan rute, namun perlu ada evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan program Tol Laut itu bisa lebih maksimal pasalnya harga menggunakan jasa itu lebih mahal ketimbang rute biasa.
Gus Menteri mengatakan, harga tol laut itu harus dievaluasi kembali agar bisa lebih berkembang nantinya.
"Saya pernah kirim barang ke Australia masih lebih murah timbang kirim ke Timika," kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.
Itu menjadi lebih murah karena kapal yang balik dari Australia muatannya tidak kosong. Sedang dari Timika kadang kosong hingga itu menjadi beban.
"Olehnya, kita optimalkan dulu semua potensi yang ada. Semua pihak harus berperan agar terjadi percepatan," kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.
Keyword : Kinerja Menteri DesaTol Laut Pelabuhan Bima