Sabtu, 08/10/2016 17:49 WIB
China - Pemilihan Presiden Amerika Serikat tidak hanya riuh di negaranya saja. Dua koran utama Pemerintahan China mengolok-olok pemilihan presiden Amerika Serikat. Banyaknya skandal pada dua calonnya, tulis media China, menunjukkan negara itu tidak punya hak menggurui negara lain soal demokrasi.
Pemerintah cenderung tidak menanggapi pemilihan presiden itu karena tidak ingin dilihat ikut campur urusan dalam negeri negara lain, tapi media pemerintah justru gencar membahas masalah tersebut.
Politik China yang dikuasai partai Komunis kerap dikritik negara lain, khususnya AS. Namun China mengatakan, negara lain tidak berhak mencoba dan memaksanya berubah karena sistem itu dinilai tepat.
Media milik partai, People`s Daily menilai, pemilihan presiden AS berjalan kacau, khususnya jika terkait masalah pajak, yang menimpa calon yang dijuluki bermulut besar Partai Republik, Donald Trump. Dan penggunaan surat elektronik pribadi serta kesehatan calon dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.
Wanita di China Lempar Uang Setara Rp2,5 Miliar dari Balkon Apartemen
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
Kedua calon itu tampak fokus pada skandal pribadi daripada membahas masalah penting, terlihat dalam debat pertama calon presiden itu. "Keanehan semacam itu jelas menunjukkan sistem politik AS yang dalam praktiknya cukup korup," tertulis dalam kolom opini dengan penulisnya Zhong Sheng yang berarti Suara China.
Nama itu kerap digunakan untuk memberi pandangan terkait kebijakan luar negeri. "Dalam kurun waktu lama, sistem pilpres AS digunakan sebagai alat yang menjamin superioritas negaranya, bahkan dipakai untuk mengkritisi sebagian besar negara berkembang," katanya.
Keyword : Pemilihan Presiden Amerika China