Selasa, 20/10/2020 11:40 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemukim Israel membanjiri tanah milik Palestina dengan limbah dan air limbah di desa Deir Al-Hatab di Provinsi Nablus. Banjir telah mengganggu panen zaitun setempat.
Menurut Ghassan Daghlas, seorang pejabat Palestina yang bertanggung jawab atas portofolio permukiman di Tepi Barat utara, pemukim dari permukiman ilegal Israel di Elon Moreh bertanggung jawab atas membanjiri tanah dan merusak pepohonan.
"Sebagian besar lahan ini ditanami pohon zaitun, yang berarti panen zaitun tahun ini terancam," kata Daghlas dilansir Middleeast, Selasa (20/10).
Panen zaitun merupakan sumber pendapatan utama bagi ribuan keluarga Palestina di wilayah-wilayah pendudukan, tetapi mereka menghadapi banyak kendala karena pendudukan Israel. Ini termasuk pembatasan yang diberlakukan Israel pada akses ke tanah milik petani serta serangan oleh para pemukim.
Pemukim Israel di Tepi Barat Berulah, Properti Warga Palestina Dibakar
Para Pemukim Israel Bakar Masjid di Tepi Barat Saat Ramadan
Ilmuwan Temukan Bakteri yang Menetralkan Antibiotik di Air Limbah
Sejak panen zaitun dimulai pada akhir September, tentara Israel dan pemukim telah menyerang petani di berbagai tempat di Tepi Barat yang diduduki.
Ratusan ribu pemukim tinggal di 250 permukiman di wilayah pendudukan Palestina, dan membuat hidup sangat sulit bagi orang-orang Palestina yang hidup di bawah pendudukan militer brutal Israel. Israel menduduki Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, pada Juni 1967.