Kamis, 02/07/2020 14:55 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Sektor pariwisata bahari salah satu yang terpukul pandemi covid-19.
Survei yang dilakukan Persatuan Usaha Selam Indonesia (PUSI) terhadap 152 pelaku usaha yang tersebar di lokasi destinasi prioritas wisata bahari menyebutkan, sebanyak 66,2% pelaku di sektor ini menghentikan operasi selama pandemi atau tersisa hanya tinggal 33,8%.
"Sementara itu, 93% responden mengaku sudah tidak memiliki pemasukan," kata Direktur Jasa Kelautan, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Miftahul Huda melalui keterangan tertulis yang diterima jurnas.com di Jakarta, Kamis (2/7/2020).
Kerugian yang timbul akibat covid-19 mencapai Rp75,8 miliar dan sebanyak 1784 pekerja di sektor pariwisata bahari terdampak. 44% pekerja dirumahkan tanpa tanggungan, 26% dirumahkan dengan tanggungan, dan 4,5% terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Statistik Head to Head Borneo FC vs Bali United
Sidang Tipikor Bea Cukai, Ahmad Dedi Bantah Minta 500 Juta
Dompet Boleh Tipis Gaya Tetap Estetik Ala Gen Z di FFI 2026
Keyword : covid-19wisata bahari