Rabu, 27/05/2020 12:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, hanya 10 persen BUMN yang tidak terdampak pandemi virus corona (covid-19).
Selebihnya, atau 90 persen lainnya terdampak secara ekonomi dari virus yang belum ditemukan vaksinnya tersebut.
"Sebanyak 90 persen BUMN terkena COVID-19, hanya 10 persen yang bertahan," ujar Menteri Erick dalam konferensi video di Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Ia menyebutkan hanya perusahaan sektor telekomunikasi, farmasi, dan perkebunan yang berhubungan dengan makanan yang tidak terdampak.
Dua Assist Lagi, Bruno Fernandes Akan Ukir Sejarah Baru di Premier League
Carrick Puji Mentalitas Pemainnya Usai Menang Lawan Chelsea
Konsumsi Garam Berlebih Diduga Percepat Penurunan Daya Ingat pada Pria
Oleh karenanya, lanjut dia, sejumlah langkah telah disiapkan untuk memperkuat BUMN. Salah satunya dengan melakukan efisiensi yakni merampingkan 27 klaster BUMN menjadi 12 klaster sehingga lebih fokus pada bisnis inti.
"Kita menyiapkan peta jalan ketahanan energi, pangan, kesehatan. Nanti ada 12 klaster, tidak 27 klaster. Misal, BUMN farmasi dan rumah sakit menjadi satu kluster, BUMN semen dengan karya juga akan menjadi kluster supaya sesuai supply chain-nya (rantai pasok)," katanya.
Ia menyampaikan hal itu dilakukan karena ke depannya akan ditantang dalam tiga hal setelah COVID. Yakni teknologi, logistik dan tentunya Indonesia harus bisa berdikari dan mempertahankan rantai pasok.
Keyword : Virus CoronaCovid-19 BUMN Erick Thohir