Senin, 17/02/2020 11:37 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan diakhirinya dukungan Rusia untuk pemerintah Suriah, yang terlibat dalam upaya untuk membebaskan seluruh negara.
Lewat sambungan telepon dengan mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Minggu (16/2), Trump menyatakan keprihatinannya atas kekerasan di Idlib, Suriah, dan menyampaikan keinginan AS untuk mengakhiri dukungan Rusia.
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menyatakan sentimen yang sama di antara para wartawan di Konferensi Keamanan Munich setelah berbicara dengan timpalannya dari Rusia, Sergei Lavrov.
"Saya menekankan bahwa serangan di Idlib harus berhenti dan itu perlu untuk membuat gencatan senjata abadi yang tidak akan dilanggar," ujar Cavusoglu.
Zelensky Geram Trump Longgarkan Sanksi Minyak Rusia
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Dinukil dari Press TV, komentar itu disampaikan ketika pasukan pemerintah Suriah membuat kemajuan yang signifikan di provinsi Aleppo di barat laut negara itu.
Seperti yang dikatakan direktur Observatory Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdulrahman, pada hari pertama, mereka menduduki daerah di mana selama delapan tahun tidak bisa mengambil satu desa pun.
Abdulrahman menambahkan, ada kemajuan yang sangat cepat dan faksi sudah ditarik dari sebagian besar daerah.
Sementara itu, Presiden Suriah, Bashar al-Assad telah menyatakan bahwa Suriah bertekad untuk membebaskan seluruh negara dari militan yang didukung asing.
Pasukan AS yang menduduki bagian timur laut Suriah mengalami tekanan yang meningkat ketika Rusia dan Suriah meningkatkan kehadiran militer mereka di wilayah tersebut.