Jum'at, 06/12/2019 22:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri BUMN Erick Thohir resmi mencopot Ari Askhara sebagai Direktur Utama (Ditur) Garuda Indonesia karena diduga terlibat penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.
"Jadi sudah pada konfirmasi, pelaksana tugas (Plt) Dirut Garuda adalah Direktur Keuangan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada pers usai acara konferensi pers Transport Ministers Meeting and Related Meetings di Jakarta, Jumat (6/12/2019).
Direktur Keuangan saat adalah Fuad Rizal, yang notabene paling muda kelahiran 1978.
Menhub Budi Sumadi menilai, terkait pengawasan keselamatan penerbangan tidak masalah karena ditangani oleh Direktur Operasi dan Direktur Teknik.
Tunjangan Hakim Ad Hoc Naik, KPK Tekankan Transparansi dan Bebas Korupsi
KPK Cecar Staf Ahli Menhub Terkait Aliran Fee Proyek DJKA untuk Sudewo
Pelatih Atletico Akui Arsenal Lebih Layak ke Final Liga Champions
Kalau masalah keselamatan adalah domain Direktur Operasi dan Direktur Maintenance. "Sudah sesuai dengan kualifikasi, tentu keamanan tidak bermasalah."
Pernyataan Menteri Budi Karya tersebut menanggapi kemungkinan adanya kekosongan jabatan Dirut Garuda setelah pemberhentian Ari Askhara.
Budi Karya memastikan, pemerintah tidak akan membiarkan kekosongan posisi tertinggi organisasi Garuda itu, terlebih saat ini menjelang musim ramai Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (Inaca) Denon Prawiraatmadja mengatakan tidak ada imbas langsung atas pencopotan Dirut Garuda kepada operasional penerbangan.
Kalau jelang Natal dan Tahun Baru, kata dia, tidak ada dampak langsung. Intinya, operasionalisasi tetap berjalan seperti biasa.