Saudi Beri Kesempatan Asing Bangun Industri Militer

Minggu, 08/09/2019 23:20 WIB

Jeddah, Jurnas.com - Arab Saudi mulai membuka permintaan lisensi untuk perusahaan-perusahaan di sektor industri militer, pada Minggu (8/9).

Kebijakan tersebut merupakan rencana jangka panjang negara tersebut untuk menambah mendiversifikasi ekonomi kerajaan, selain dari ekspor minyak.

Otoritas Umum untuk Industri Militer (GAMI) akan melisensikan perusahaan yang ingin memproduksi senjata api, amunisi, bahan peledak militer, peralatan militer, peralatan militer individu, dan elektronik militer.

Sementara menurut Gubernur GAMI Ahmed al-Ohali, langkah itu akan membuka pintu bagi investasi asing dan lokal di sektor militer.

Dikutip dari Reuters, investasi diperlukan untuk memenuhi reformasi yang diumumkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dia menginginkan Riyadh memproduksi atau merakit setengah dari peralatan pertahanannya secara lokal, guna menciptakan 40.000 lapangan kerja bagi orang Saudi pada tahun 2030.

Untuk diketahui, saat ini Arab Saudi merupakan salah satu dari lima negara pembelanja pertahanan terbaik di dunia.

TERKINI
Universitas Paramadina Gelar Pengabdian Masyarakat di Malaysia PBB Peringatkan Konflik Yaman Bisa Kembali Jadi Perang Besar Tak Hanya MotoGP, NTB Kini Jadi Tujuan Diplomasi Internasional Enam Bandara Kembali Beroperasi, Tiga Lainnya Masih Tutup