Sabtu, 31/08/2019 10:29 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan, meski tim perdagangan dari China dan AS akan bertemu pada September, tetapi kenaikan tarif barang-barang China yang akan diberlakukan pada Minggu (1/9) tidak akan ditunda.
Presiden AS yang berubah-ubah menyatakan optimisme tentang kesepakatan perdagangan dan kritik terhadap China atas kebijakan ekonominya, juga mengatakan berpikir pembicaraan perdagangan sudah membuat Beijing lebih terkendali dalam menanggapi demonstrasi di Hong Kong.
Perang tarif antara dua ekonomi terbesar dunia melibatkan ratusan miliar dolar barang-barang masing-masing negara dan mengancam pertumbuhan ekonomi global. Ketidakpastian kapan atau bagaimana perselisihan itu akan berakhir telah mengguncang pasar dan membuat rumit rencana investasi jangka panjang perusahaan.
"Kami akan memenangkan pertarungan. Kami melakukan percakapan dengan China, pertemuan dijadwalkan, pambicaraan sedang dilakukan. Saya kira pertemuan pada September terus berlangsung, belum dibatalkan," kata Trump kepada wartawan, tanpa menyebut secara detail tanggalnya.
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Wanita di China Lempar Uang Setara Rp2,5 Miliar dari Balkon Apartemen
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Tarif tambahan USD125 miliar membebani barang-barang China selama akhir pekan. Trump mengatakan, tindakan itu tidak berubah meskipun kedua belah pihak intens melakukan komunikasi beberapa hari terakhir
AS akan mengenakan tarif 15 persen pada sekitar USD125 miliar barang-barang China pada pukul 12:01 siang EDT (0401 GMT) pada Minggu, termasuk jam tangan pintar, televisi panel datar dan alas kaki.