Selasa, 06/08/2019 20:02 WIB
Canberra, Jurnas.com - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak pernah meminta mengirim rudal jarak menengah di negaranya karena Canberra sudah pasti menolak.
"Itu tidak diminta kepada kami, tidak dipertimbangkan, tidak diajukan kepada kami. Saya pikir saya bisa mengatur garis di bawah itu," kata Morrison kepada wartawan di Brisbane, ibukota negara bagian Queensland, Senin (5/8) waktu setempat.
Ia juga menekankan, Australia akan menolak permintaan Gedung Putih untuk menjadi tempat rudal jika sudah waktu Paman Sam meminta.
Pernyataan itu dilontarkan setelah Menteri Pertahanan AS, Mark Esper mengatakan dalam kunjungannya ke Australia, Canberra sangat mendukung penyebaran rudal darat ke darat di Asia dalam beberapa bulan.
IRGC Klaim Rudal Iran Hantam Kapal Induk dan Kapal Perang AS
10 Hari Terjebak, Warga China Ditemukan Selamat dari Banjir Bandang Nepal
Korban Banjir Nepal-China Tembus 1.325 Orang, 5.584 Orang Masih Hilang
Pernyataan Esper mengikuti penarikan resmi Washington dari pakta kontrol senjata era Perang Dingin yang dikenal dengan sebutan INF.
AS mengklaim Rusia INF karena mengembangkan rudal yang dikenal sebagai 9M729. Rusia membantah tuduhan itu. Pada Januari, Rusia mempublikasikan spesifikasi rudal itu untuk membuktikan bahwa proyektil itu tidak melanggar INF.
Di bawah perjanjian itu, kedua belah pihak telah dilarang mengembangkan rudal nuklir yang diluncurkan darat dengan jangkauan dari 500 hingga 5.500 kilometer.
Pernyataan Esper itu membuat Rusia dan China berang dan berjanji akan mengambil tindakan balasan jika Washington menempatkan rudal darat di Asia.