Selasa, 11/06/2019 19:13 WIB
Teheran, Jurnas.com - Pengawas atom Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengatakan, Pemerintah Iran sudah menindaklanjuti untuk mempercepat produksi uranium yang diperkaya.
Penilaian itu muncul pada saat konfrontasi AS-Iran meningkat tajam, setahun setelah Washington meninggalkan perjanjian internasional yang memberlakukan pembatasan pada program nuklir Teheran.
Kepala IAEA, Yukiya Amano, mengatakan Iran sekarang memproduksi uranium yang lebih diperkaya daripada sebelumnya, tetapi tidak jelas kapan akan mencapai batas persediaan 300 kg yang diatur dalam pakta nuklir 2015.
"Ya, tingkat produksinya meningkat," katanya dalam konferensi pers pada Senin (10/6) saat ditanya apakah produksi uranium yang diperkaya meningkat sejak laporan triwulanan terakhir badan tersebut, yang menyebut Iran masih patuh pada 20 Mei.
Trump Ancam "Ledakkan" Pihak Mana Pun yang Dekati Cadangan Uranium Iran
Israel Diduga Membangun Pos Militer Rahasia di Irak untuk Lawan Iran
Ini Isi Proposal AS untuk Mengakhiri Perang dengan Iran
Namun begitu, Amano menolak untuk menghitung kenaikan produksi tersebut. Ia hanya menyatakan khawatir meningkatnya ketegangan atas masalah nuklir Iran.
Karena itu, ia berharap ada solusi untuk mengurangi ketegangan saat ini melalui dialog. "Sangat penting bahwa Iran sepenuhnya mengimplementasikan komitmen terkait nuklirnya," ujarnya.