Minggu, 02/06/2019 08:28 WIB
Washington, Jurnas.com - Menantu dan penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner dilaporkan telah menyebut jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi - yang dibunuh oleh agen-agen pengadilan kerajaan Saudi tahun lalu - sebagai seorang "teroris."
Menurut Newsweek, jurnalis AS, Michael Wolff mengatakan dalam sebuah buku yang segera rilis bahwa Kushner menyebut Khashoggi yang dimutilasi di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 adalah seorang teroris.
"Orang ini adalah penghubung antara faksi-faksi tertentu dalam keluarga kerajaan dan Osama bin Laden. Kami tahu. Jurnalis? Ayolah. Ini adalah teroris yang menyamar sebagai jurnalis," kata Kushner dalam buku tersebut.
Dilaporkan dalam buku terebut, Kushner mengemukakan hal itu kepada seorang reporter dalam keadaan off the record.
Zelensky Geram Trump Longgarkan Sanksi Minyak Rusia
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Kushner yang merupakan investor, pengembang properti, penerbit dan saat ini menjadi penasihat Gedung Putih, diketahui memiliki hubungan dekat dengan Mohammed bin Salman.
The Washington Post, tempat Khashoggi menumpahkan gagasanya, melaporkan pada November tahun lalu bahwa CIA sudah menyimpulkan Mohammed secara pribadi memerintahkan pembunuhannya.
Buku baru Wolff, berjudul "Siege," mencakup tahun kedua pemerintahan Trump dan akan dirilis pada 4 Juni. Buku pertamanya, "Fire and Fury," mengungkapkan informasi orang dalam tentang Gedung Putih Trump sudah terjual lebih dari empat juta kopi.
Juru bicara Kushner membantah laporan itu.
"Michael Wolff tidak pernah menghubungi saya (atau Gedung Putih) untuk memberikan komentar. Bagian-bagian dari buku yang saya lihat dikaitkan dengan Jared di media benar-benar salah," kata juru bicara Gedung Putih Kushner, Avi Berkowitz di akun Twitter.
Khashoggi, yang juga kritikus pelanggaran hak asasi manusia dan perang Saudi terhadap Yaman, sudah mengenal mantan pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden dari awal 1980-an. Ia disebut sudah mewawancarainya beberapa kali.
Ketika bin Laden dibunuh pasukan AS di Pakistan pada tahun 2011, Khashoggi dilaporkan mengatakan bahwa ia pernah menterang dan berani tetapi menyerah pada kebencian dan hasrat. (PresTV)