Kepada Negara Arab, Iran: Yerusalem Bukan untuk Dijual

Sabtu, 01/06/2019 08:04 WIB

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengkritik beberapa penguasa Arab yang berpihak pada rezim Israel terkait status Yerusalem. Ia mengatakan kota suci Palestina yang diduduki itu bukan untuk dijual.

Lewat cuitan di akun Twitter resminnya, Zarif mengatakan, tidak ada yang memiliki hak untuk menyerahkan Yerusalem (al-Quds) sebagai kiblat Muslim pertama.

"Beberapa penguasa Arab percaya bahwa jika mereka mengikuti (Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu), mereka akan dapat mencapai ilusi mereka," kata Zarif, pada Jumat (31/5).

Sayangnya, perdana menteri Israel sudah gagal melindungi Israel, terlepas dari Iron Dome-nya, jadi bagaimana ia bisa melindungi mereka?" sambungnya.

Sebelumnya, Rabu (29/5), Zarif juga mengatakan, kota yang diduduki Yerusalem al-Quds adalah milik Palestina dan bangsa Palestina. Ia menekankan bahwa baik Amerika Serikat (AS) maupun pemerintah Israel tidak memiliki hak untuk memutuskan apa pun ihwal Yerusalem.

"Al-Quds  bukan milik AS untuk diberikan atau diambil oleh Israel. Dan BUKAN kaki tangan brutal untuk mencoba membelinya. Quds adalah milik Palestina: sejarah menunjukkan, siapa pun yang mengabaikan ini dikutuk akan kegagalan yang memalukan," katanya di Twitternya.

TERKINI
Berbeda dengan Berkeley, UCLA Tangani Protes Mahasiswa Pro-Palestina dengan Panggil Polisi Parlemen Vietnam Dukung Pengunduran Diri Ketua di Tengah Upaya anti-Suap Protes Kampus Jadi Tantangan Kampanye Terpilihnya Kembali Biden dan Partai Demokrat Korea Selatan Tingkatkan Kewaspadaan Diplomatik dengan Alasan Ancaman Korea Utara